Nekat Pulang, Perantau Maros Diisolasi 14 Hari di Rusun

MAROS, MM – Bupati Maros, Hatta Rahman, mengatakan, pemudik yang masuk ke Maros mesti menjalani isolasi dahulu. Tak boleh langsung bergabung dengan keluarga.

“Kita mungkin isolasi dulu di rumah susun 14 hari baru bisa gabung dengan kekuarganya,” kata Hatta, Kamis 23 April.

Read More

Karenanya, ia meminta orang Maros yang lagi perantauan tidak usah pulang kampung dahulu. “Orang Maros yang ada di Jakarta, Papua, atau di mana kalau bisa tidak usalah mudik. Nantilah setelah corona ini selesai,” imbaunya.

Upaya ini dilakukan agar tak ada lagi kasus penularan baru di Maros. “Klaster yang baru ini kan klaster pulang kampung. Terbukti ada yang dari Jakarta di Bontoa,” ungkap Hatta.

Begitu pun bagi warga yang ingin keluar Maros. Di pos perbatasan diperketat juga dengan pemeriksaan identitas.

Kepala BPBD Maros, Fadli, mengatakan, aktivitas pemudik memang akan dipantau di posko perbatasan. Tiap warga yang masuk akan menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Itulah tugasnya yang di posko. Tiap orang yang lewat ditanya dari mana dan mau ke mana. Selanjutnya akan menjadi rujukan untuk isiolasi. Apalagi yang berasal dari zona merah Covid-19,” ungkapnya. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts