Peristiwa Dahsyat 15 Ramadan, Apakah Hadis Palsu?

Oleh: Hamka Mahmud

MENURUT ulama seperti penulis buku Halal dan Haram Syekh Yusuf Al-Qardawi, bahwa boleh seseorang diungkap aibnya, jika berkaitan dengan pengungkapan status sebuah hadis yang diklaim bahwa itu hadis dari hadis Nabi saw.

Read More

Pengungkapan itu bagian dari ilmu musthalah hadis. Profil atau latar belakang periwayat hadis diungkap secara vulgar. Hal itu dibolehkan oleh ulama hadis, sabab berkaitan dengan kemaslahatan agama dan reputasi Rasulullah.

Sepertinya disiplin ilmu paling teliti, paling jeli terkait riwayat seseorang adalah ilmu hadis. Terutama saat pengungkapan biodatanya.

Jika perawinya pernah berdusta, walau dustanya bukan kepada manusia, maka hadis darinya tidak diambil. Apa lagi jika pernah berdusta pada sesama manusia.

Sebuah kisah masyhur, seorang pencari hadis mendatangi seorang yang memiliki hadis. Konon jalurnya sampai kepada Nabi. Nah, ketika tiba di rumah perawi tersebut, ia dapati memanggil hewan peliharaannya, seolah-olah ingin memberi makanan. Padahal di tangannya tidak ada makanan secuil pun untuk binatang itu.

Lalu apa yang terjadi? Atas kejadian itu sang pencari hadis urung niat mengambil hadis dari perawi itu. Sebab menurutnya binatang saja ia dustai, apalagi manusia.

Sebelum masuk bulan Ramadan 1441 tahun 2020 ini, telah beredar hadis bahwa akan terjadi peristiwa dahsyat yang mengerikan jika tepat terjadi pada hari jumat. Dan hari ini 15 Ramadan dan tepat hari Jumat pula.

Hadis tentang dukhan, dua ustaz kondang di Youtube yang telah mendakwahkan hadis
yang diklaim dari Nabi, yaitu Ustaz Zulkifli Ali MA dan Rahmat Baiquni, Lc.

Ustaz Dr Abdul Somat, MA ketika ditanya tentang hadis itu, sempat menjawab, “Jika terjadi maka kita sudah siap-siap. Jika tidak terjadi berarti itu hadis palsu,” ucapnya dalam salah satu majelisnya.

Sementara Ustaz Dr Syafik Reza Basalamah, MA secara khusus buat video untuk mengkritik hadis yang diungkap dua mubalig. tersebut.

Ia mengatakan, “Hadis ini hadis mungkar atau tidak benar dan tidak punya dasar dari perawi yang terpercaya itu dikatakan oleh Al-Uqaili, sementara Ibnu Al-Jauzi berkata bahwa hadis palsu yang mengatasnamakan Nabi – – Syekh Al-Albani mengatakan hadis palsu, juga Adzahabi menuturkan bahwa perawi hadis itu ada yang tertuduh berdusta.”

Nah, Jumat 15 Ramadan terjadi bertepatan 8 Mei 2020. Apakah bukti ilmiah akan terungkap? atau hadis itu hadis palsu yang tampa diteliti dahulu dan rasa takut disebar. Sementara ancaman Nabi:

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bencana akan menimpa bumi, semuanya. Tetapi misteri tanggalnya. (*)

*Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika. Ini adalah kajian Seri ke-538. Penulis bisa saja dihubungi di nomor HP 081285693559

Penulis : | Editor :

Related posts