Pasien Positif Covid-19 Sedang Berjuang, Beri Gizi dan Dukungan Terbaik

MAROS, MM – Demi kesembuhan pasien isolasi mandiri, kebutuhannya betul-betul harus terpenuhi. Mesti dijamin pula dengan menu yang bergizi.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin, menyebut, pihaknya berupaya untuk terus menyalurkan bantuan. Bahkan jenisnya kian beragam sekarang.

Read More

“Semua yang positif diberikan paket bantuan bahan makanan bergizi,” katanya kepada MataMaros.com, Kamis, 14 Mei 2020.

Ia pun mencontohkan salah satu paket yang disalurkan. Mulai dari jeruk manis, buncis, labu kuning, wortel, kangkung, ikan kaleng, sosis, susu beruang, You-C 1000, sirup, hingga wafer.

Paket bantuan diantar petugas puskesmas, pemerintah setempat, dan relawan. “Yang di Paranggi diantar langsung oleh Pak Camat dan kepala puskesmas,” ungkap Syarifuddin.

Sebelumnya, lima anggota keluarga memang terkonfirmasi positif Covid-19 di Dusun Paranggi, Desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung. Mereka pun mesti menjalani isolasi mandiri.

Kepala Desa Mattoanging, Amiruddin, mengungkapkan, bantuan sudah dibagikan selama sepekan. Penyalurannya dimulai pasca mereka dinyatakan positif usai mengikuti rapid test.

“Yang pertama sekali itu ada beras, mi instan, dan ikan kaleng. Dua hari kemudian, ada lagi beras dan telur. Ada dari BPBD, dari perorangan juga beberapa,” ungkapnya.

Amiruddin mengatakan, pihaknya memang sudah beberapa kali menyalurkan bantuan. Tim gugus juga sudah memberikan vitamin.

“Bantuannya sampai bumbu dapur. Termasuk susu dan popok karena ada anak bayi di rumah itu,” imbuhnya.

Selanjutnya, kebutuhan keluarga tersebut akan dipantau terus. Apalagi pemerintah setempat meminta mereka untuk tak ke mana-mana dahulu. Tetap melakukan isolasi mandiri.

“Kita perhatikan, jangan sampai ada kekurangan. Saya katakan, kalau ada keperluan, silakan telepon. Termasuk warga di sekitarnya itu kita bantu,” ujar Amiruddin.

Dukungan kepada para pasien memang tak kalah pentingnya. Sebab, mereka sedang berjuang untuk sembuh. Hanya jarak fisik saja yang mesti orang sekitar jaga. Jarak sosial tidak. Motivasi harus tetap diberikan. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts