Warga Ramai-ramai Mengadu ke Dinsos; Ada Haji dan Sawahnya Luas Dapat Bantuan

MAROS, MM – Warga mulai mengeluhkan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Maros. Konon, ada yang sawahnya luas kebagian juga.

Berdasarkan pantauan MataMaros.com, ada puluhan warga yang menyambangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Maros, Kamis, 14 Mei 2020. Mereka mengadu dan menuntut agar didaftarkan menjadi penerima bantuan.

Read More

Salah satunya warga Kelurahan Mattiro Deceng, Kecamatan Lau, Yusrianti (35). Ia mengaku, belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali. Namun, sudah sering masuk pendataan.

“Saya tidak dapat. Malu ku itu ke sini (Kantor Dinsos) kalau dapat. Saya ini sudah bertahun-tahun sabar. Cuma didata, didata, didata,” katanya.

Ia pun sangat mengharapkan BST di tengah pandemi ini. Apalagi, suaminya sudah dirumahkan selama dua bulan. Sementara, terdapat warga di sekitar rumahnya yang dianggap lebih mampu malah dapat bantuan.

“Orang kaya dapat. Makanya saya mengadu, kenapa bisa? Sawah luas, rumah batu, haji. Nah, saya cuma numpang di rumah orang. Saya wajar ji melapor,” bebernya.

Yusrianti mengatakan, dirinya tak akan pernah mempersoalkan orang-orang yang mendapat bantuan jika keluarganya juga dapat. Karenanya, ia berharap permohonannya  bisa direspons Dinsos.

“Saya disuruh simpan KK tadi. Tapi kita belum tahu bagaimana tindaklanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kadinsos Maros, Prayitno, mengaku sudah menerima banyak aduan warga. Ia berharap mereka bisa terakomodir di tahap kedua.

“Kita sudah input datanya dan kirim ke pusat. Dari 14.292 kuota yang diberi, memang masih ada 400 yang belum dimasukkan,” kata dia.

Hanya saja, terkadang data warga tertolak di pusat lantaran persoalan NIK. “Makanya, NIK salah atau NIK lama tolong perbaiki dulu ke Dinas Kependudukan,” ungkap Prayitno.

Ia juga mengakui, jika daftar penduduk penerima bantuan yang digunakan sekarang merupakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) 2017. Rencananya akan diperbarui tahun ini, tetapi tertunda lantaran adanya pandemi.

Namun, Prayitno bilang, jika memang terdapat BTS yang salah sasaran, itu bisa dibatalkan. “Nanti kita menyurat ke kecamatan agar memperbaiki data penerima bantuan. Misal, yang kaya bisa dicoret dan diganti,” jelasnya. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts