Pelaku Bully Penjual Jalangkote Pakai Baju Bertuliskan ULP Maros, Begini Ceritanya

PANGKEP, MM – Wajah Andi Putra Yusuf, pelaku bully atau perundungan penjual jalangkote di Pangkep, langsung ada di mana-mana. Gambarnya diunggah banyak warganet. Tak terkecuali di Maros.

Nah, perhatian warganet Maros juga sempat ada yang tertuju ke kaus yang digunakan Yusuf saat memperlakukan kasar penjual jalangkote itu. Ada tulisan “ULP Maros, Team 2019, #PLNTERBAIK” di situ.

Read More

MataMaros.com menelusuri. Ternyata, Yusuf bukan orang Maros. Asli Pangkep. Hanya saja, ia bekerja sebagai tenaga kontrak di perusahaan yang menjadi mitra dari PLN yang ditugaskan sebagai operator telekomunikasi layanan gangguan PLN ULP Maros.

PLN pun memastikan pelaku perundungan terhadap anak penjual jalangkote di Kabupaten Pangkep, bukanlah Pegawai PLN. Identitasnya sudah ditelusuri.

“Kami pastikan palaku perundungan tersebut bukanlah pegawai PLN” kata Ismail Deu, General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar lewat siaran persnya, Senin, 18 Mei 2020.

Ismail juga menambahkan, kejadian kemarin tidak ada sangkut pautnya dengan tugasnya sebagai tenaga kontrak PLN. Itu murni urusan pribadi pelaku.

Ia pun sangat menyayangkan dan prihatin atas kejadian ini. Pihaknya memastikan bahwa PLN akan memberikan tindakan tegas kepada vendor yang mempekerjakan yang bersangkutan.

Ia berharap dengan adanya kejadian ini, seluruh pegawai PLN dan mitra kerja PLN untuk selalu menjaga sikap dan perilaku baik di area kantor maupun di luar lingkungan masyarakat. Tetap bekerja secara maksimal untuk menjaga pasokan listrik di tengah pandemi.

Sementara itu, Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, menjelaskan, kejadian perundungan ini terjadi di Lapangan Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, Minggu sore, 17 Mei 2020. Pelaku memukul korban RZ (12) hingga terjungkal ke lapangan.

Ia menjelaskan, RZ datang bersepeda sambil berjualan jalangkote. RZ beristirahat dan mengeluarkan candaan bahwa dia merupakan jagoannya Ma’rang.

Lalu AR mendatangi pelaku dan sempat menekuk pelat nomor motornya. “Pelaku mungkin marah sehingga terjadi pemukulan hingga korban sampai terjungkal,” jelas Ibrahim di kantornya.

Polres Pangkep telah menetapkan satu orang tersangka utama. Begitu pun tujuh tersangka lainnya, termasuk pengunggah video dan mereka yang membiarkan proses perundungan terjadi.

“Pasal yang dikenakan kepada pelaku utama pasal 351 KUHP subsider pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak. Sementara tujuh pelaku lain dikenakan pasal 76 C Undang-undang Perlindungan Anak,” sebut Ibrahim.

Sementara itu, kondisi korban sendiri, AR mengalami sakit pada bagian kaki, lengan, serta mengeluh pusing. “Kita sudah bawa ke Rumah SakitbBatara Siang untuk visum sekaligus obati, tadi malam,” ungkapnya. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts