Bantu Istri, Pemain Tira Persikabo Ini Jualan Beras Keliling Maros

MAROS, MM – Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1, sedang dihentikan. Tetapi itu bukan berarti para pemain berpangku tangan saja menunggu kabar. Setidaknya bagi Aditya Putra Dewa.

Full back kiri Tira Persikabo itu mengisi waktu dengan tetap berlatih dan mencari penghasilan tambahan. Dewa membantu istrinya, Dezhilva Putri Dewhy berjualan beras di sekitaran Maros hingga Makassar.

Read More

Tanpa rasa gengsi, Dewa turun langsung. Dia bertugas mengantar pesanan beras pelanggan. Juga mengambil beras dari distributor. Pemain yang dibesarkan PSM Makassar ini tak segan-segan membopong sendiri karung demi karung beras.

Dewa dan Dewhy pun cukup serius dengan pekerjaan sampingan ini. Mereka menyimpan stok hingga 1 ton beras di rumah mereka di Lingkungan Ongkoe, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.

“Kalau yang sudah kenal biasanya datang langsung ke rumah. Tapi biasanya juga keliling menggunakan mobil menawarkan beras murah kepada masyarakat,” ucap pria 29 tahun itu.

Pengataran beras gratis pun ditawarkan Dewa bagi pelanggan yang membeli dalam jumlah banyak. “Untuk per karung 5 kg, harganya Rp50 ribu,” ucap pemain yang terkenal dengan tendangan kaki kirinya itu.

Dewa memang dikenal sebagai family man. Ke klub manapun berlabuh, dia selalu memboyong istri dan anak-anaknya dari Maros.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan Liga 1 akan kembali bergulir. Pandemi Covid-19 membuat kompetisi berhenti total. Para pemain kembali ke kampung halaman masing-masing.

Sebelum ke Tira, Dewa bermain untuk PSIM Yogyakarta di Liga 2. Semusim sebelumnya dia mengantarkan PSS Sleman lolos ke Liga 1. Dewa juga pernah membela Madura United dan Persepam Madura, serta Martapura FC.

Dia memulai karier dari PSM U-21 pada 2008. Hanya butuh waktu dua tahun untuk menembus tim senior. Putra mantan pesepak bola Syafril Usman itu memperkuat PSM selama tiga musim hingga 2013. Dia sempat kembali ke Pasukan Ramang pada 2015 sebelum memutuskan kembali merantau.

Kariernya terbilang moncer. Saat beberapa rekan seangkatannya sudah tenggelam namanya, Dewa masih bisa bermain di level tertinggi. Dia punya kelebihan eksekusi tendangan bebas. Dia kerap membuat gol-gol krusial untuk klub yang dibelanya.

Spesialisasinya itu juga yang membuat Dewa menjadi pencetak gol perdana di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada 8 Agustus 2019 usai stadion tersebut direnovasi. Saat itu dia mengantar PSIM mengalahkan Martapura FC, 2-0. Gol kedua dicetak Cristian Gonzales, eks pemain PSM juga. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts