Maros Sudah Bisa Uji Covid-19, ODP dan PDP Jangan Terkatung-katung Lagi

MAROS, MM – Masih ingat kasus kematian seorang Pasien dalam Pengawasan (PDP) di Kecamatan Maros Baru yang jadi polemik karena almarhum ternyata negatif Covid-19? Padahal, dia sudah dimakamkan pada pekuburan khusus corona di Macanda, Kabupaten Gowa. Hasil swab test-nya baru keluar beberapa hari setelah dia dikebumikan.

Ada juga puluhan warga di Kabupaten Maros yang berlarut-larut dalam status Orang dalam Pemantauan (ODP) maupun PDP. Mereka tertekan secara psikis karena tak kunjung dipastikan kondisi kesehatannya. Belum lagi stigma negatif yang masih kerap diterima.

Read More

Namun mulai hari ini, Rabu, 20 Mei, hal itu seharusnya tak terjadi lagi. Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros mulai memungsikan alat Real Time-Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pengujian Covid-19.

Di hari perdana ini, BBVet menerima empat sampel swab dari Puskesmas Lau. Jauh lebih sedikit dari kapasitas yang dimiliki; 56 sampel per hari.

Anggota DPRD Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB yang meninjau hari perdana uji Covid-19 di BBVet mengaku menaruh harapan besar. Agar pemutusan mata rantai virus bisa lebih cepat.
“Semakin banyak orang yang dites, semakin jelas pula pemisahan antara yang positif dan yang tidak untuk proses pemulihan lebih dini,” ujarnya.

Hal penting lainnya, imbuh Irfan, jika selama ini warga Maros menunggu tiga hingga empat hari untuk mengetahui hasil tes, kini bisa langsung pada hari itu juga. Makanya dia meminta Dinas Kesehatan Pemkab Maros serta Gugus Tugas Covid-19 Maros cekatan dalam pengambilan sampel di tingkat puskesmas.

“Terutama yang ODP, PDP, serta orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif. Supaya mereka tidak terlalu lama cemas,” imbuh politikus Partai Amanat Nasional itu.

Data Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Maros per Selasa, 19 Mei 2020, tersisa 14 warga yang masuk daftar ODP, enam PDP, tujuh positif yang dirawat, dan 25 positif yang menjalani isolasi mandiri. Jika Gugus Tugas memaksimalkan fasilitas yang disediakan BBVet, dalam waktu sehari pun sudah bisa untuk memastikan status semua yang ODP, PDP, dan yang pernah kontak dengan pasien positif.

“Sekarang tinggal kesungguhan Gugus Tugas untuk segera menyelesaikan ini dan kerja keras para petugas di lab,” timpal Irfan.

Sebelumnya, Bupati Maros Hatta Rahman saat mengecek kesiapan tim dan laboratorium BBVet, Senin, 18 Mei 2020, juga sudah menekankan perlunya mendukung kinerja tim dan fasilitas di sana. Sebab, manfaatnya sangat besar. Bukan hanya untuk Maros, bahkan bisa membantu daerah tetangga seperti Pangkep dan Barru.

“Ada pasien yang meninggal, tapi hasil swab-nya belum keluar. Ada juga sudah kontak erat di keluarganya, tapi belum keluar hasilnya dan ternyata positif. Akhirnya satu keluarga positif,” ungkap Hatta.

Dengan berfungsinya BBVet ini, hasil pengujian sampel Covid-19 bisa keluar dalam satu hari saja. “Kita berharap hari libur pun lab beroperasi. Biar cepat penanganan,” sergah Irfan lagi. Makanya, dia mendorong semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten untuk mendukung penuh sumbet daya manusia (SDM) pengujian RT PCR.

Kepala BB Vet Maros Risman Mangidi, mengungkapkan, pihaknya memang sudah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Begitu pun surat tugas dari Kementerian Pertanian.

Setelah itu, BBVet telah melakukan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Sulsel terkait pembagian wilayah tugas. Ada tiga kabupaten yang dicakup, yakni Maros, Pangkep, dan Barru. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts