Bupati Temukan Puluhan Pegawai Absen, Ini Sanksinya

MAROS, MM – Bupati Maros, Hatta Rahman, keliling kantor Organiaasi Perangkat Daerah (OPD) di hari pertama kerja pascalibur Lebaran, Selasa, 26 Mei 2020. Ia mengecek kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN). Puluhan orang kedapatan tak masuk kerja.

Kunjungan ke OPD terbagi atas empat tim, yakni bupati, wakil bupati, sekda, dan Satpol PP.

Read More

Hatta mengunjungi 10 OPD. Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Peremouan dan Perlindungan Anak, Dinas Permukiman, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Dinas Perikanan.

“Pak Wakil Bupati di tim 2 kunjungi 9 OPD, sekda 9 OPD, dan Satpol PP 14 kecamatan,” sebut Hatta.

Ia mengatakan, laporan kehadiran akan diteruskan ke MenPAN-RB. “Sebenarnya bukan sidak, tapi kita mengecek apakah ada pegawai mudik, tidak masuk kantor, dan WFH,” ujarnya.

“Kita belum rekap, tetapi rata-rata satu kantor kelihatannya ada 3-4 orang yang tidak masuk. Ada yang sakit juga,” ungkap Hatta.

Ia menegaskan, ada sanksi bagi pegawai yang absen. “Kalau memang tidak bisa menunjukkan alasannya kenapa tidak masuk, tentu ada sanksinya berupa penundaan TPP, gaji. Tiap tahun kita lakukan seperti itu,” ujarnya.

Berdasarkan data Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Maros, Suriana, memang ditemukan pegawai yang absen. Khusus OPD yang dikunjungi bupati, terdapat sekitar 50 orang. Data ini masuk sekitar pukul 11.00 Wita.

“Alasannya, rata-rata ada yang sakit dan WFH. Yang sakit, tapi banyak tanpa keterangan. Menyusul,” bebernya. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts