Maros Respons New Normal, Begini Skemanya

MAROS, MM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros merespons New Normal. Tindak lanjutnya berupa surat edaran. Tempat-tempat usaha bakal dibuka kembali dengan syarat protokol kesehatan Covid-19 terpenuhi.

Surat tersebut bernomor 440.41/217/SET yang ditandatangani Bupati Maros, Hatta Rahman, diedarkan Kamis, 28 Mei 2020.

Read More

Isinya tentang protokol pencegahan penularan Covid-19 di tempat kerja instansi pemerintahan, BUMN/BUMD, swasta, sektor jasa, dan perdagangan dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi.

Sebelumnya, sudah ada Surat Edaran Kementerian Kesehatan terkait penerapan protokol kesehatan tersebut. Kebijakan ini sebegai bentuk adaptasi perubahan pola hidup (New Normal) di tengah Covid-19.

Khusus pelaku usaha, salah satunya diminta untuk menyemprot bagian-bagian tempat yang sering disentuh tiap empat jam. Misalnya, pegangan tangga, pintu, tombol lift, meja, dan kursi.

Selanjutnya, jarak fisik satu meter dan pemakaian masker tetap diwajibkan. Selain itu, fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer wajib disediakan.

“Semua fasilitas ekonomi kita akan buka berdasarkan syarat protokol Covid-19. Dalam waktu dekat. Termasuk PTB, mal, dan tempat wisata,” ungkap Hatta.

Ia mengakui, jika kondisi seperti ini terus bertahan, maka ekonomi makin anjlok. Pendapatan daerah pun menurun. Termasuk dana transfer dari pusat yang dipangkas Rp121 miliar.

“Itulah mengapa tadinya banyak daerah memberlakukan PSBB, tetapi sekarang menutup. Karena kesulitan keuangan,” katanya.

Hatta pun mengungkapkan, Maros akan menyusul Makassar. Pusat-pusat perekonomian kembali dibuka.

“Tentu kita berharap kalau terbuka semua, ekonomi bisa jalan. Yang penting protokol Covid-19 dipatuhi,” ujarnya. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts