PHK Karyawan, PT MAF Maros Dituntut Bayar Pesangon Rp100 Juta

Kepala Disnakertrans Maros, Amiruddin (tiga dari kanan) bersama KSPSI Maros melakukan mediasi di Kantor PT MAF Maros di Jl Azalea, Kamis, 4 Juni 2020. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – PT Mega Auto Finance (MAF) dituntut membayar pesangon Rp100 juta. Perushaan pembiayaan tersebut telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada seorang karyawan.

Ialah Pangeran. Ia diberhentikan sejak Mei 2019. Namun, hingga Juni 2020 pesangonnya tak kunjung dibayarkan.

Tuntutan awal sebenarnya Rp200 juta lebih. Sesuai dengan gajinya saat masih bekerja, yakni Rp4,2 juta dengan masa kerja kurang lebih 8 tahun 8 bulan.

“Tetapi karena pertimbangan kondisi Covid-19, maka kami ajukan setengah dari tuntutan awal, yakni sekitar Rp100 juta,” sebut Pangeran, Kamis, 5 Juni 2020.

Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Maros, Muhammad Ridwan, mengatakan, pihaknya membantu Pangeran menyampaikan tuntutan ini. PT MAF pun berjanji akan menyelesaikannya.

“Perwakilan PT MAF janji akan selesaikan ini masalah, tapi minta diberi kesempatan 7-14 hari ke depan,” ungkapnya.

Kepala Pos PT MAF Maros, Iwan, mengakui, pihaknya memang meminta waktu untuk menyelesaikan persoalan ini. Alasannya, pihak cabang juga butuh waktu untuk mengajukan tuntutannya ke pusat.

“Kami sudah disampaikan ke pekerja yang bersangkutan, dikasih waktu 7-14 hari kerja,” singkatnya.

Persoalan ini juga turut dimediasi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maros, Amiruddin. Ia mengatakan, PT MAF segera menindaklanjutinya.

“Hasil sementara disepakati pihak mamajemen PT MAF meminta waktu 7-14 hari ke depan untuk mengkomunikasikan permasalahan dengan pihak manajemen pusat Jakarta,” ungkapnya. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts