Lab PCR di Maros Butuh Tambahan Alat

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif (kanan) bersama Kepala BBVet Maros, Risman Mangidi saat meninjau lab uji Covid-19, Rabu, 8 Juli 2020. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros terus bekerja untuk melakukan pengujian Covid-19. Sudah ada 2.014 sampel yang diterima.

Data tersebut terhitung Rabu, 8 Juli 2020. Sampel berasal dari 14 Puskesmas, 9 RSUD, dan 3 Dinas Kesehatan (Barru, Pangkep, dan Maros.

Read More

Kinerja BBVet itu mendapatkan apresiasi dari para legislator DPRD Sulsel. Mereka pun berkunjung langsung ke kantor yang berlokasi di Jalan DR Ratulangi Maros itu selama dua hari, 7-8 Juli 2020.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti beberapa usulan BBVet. Utamanya soal penambahan alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Apa yang menjadi catatan kami selama kunjungan dua hari ini akan kami tindaklanjuti dalam rapat bersama pemerintah maupun dengan Gugus Tugas Provinsi Sulsel,” ungkapnya, kemarin.

Sementara, Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Muhammad Irfan AB, mengapresiasi prestasi dan totalitas kerja BBVet Maros. Bekerja sampai malam, bahkan di hari libur sekali pun.

“Kami apresiasi dan salut buat Kementerian Pertanian yang sudah turut serta melibatkan Balai Veteriner di seluruh Indonesia, khususnya BBVet Maros untuk melakukan pengujian Covid-19,” tuturnya.

Selain dua legislator asal Maros tersebut, Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Ince Langke dan legislator lainnya juga turut ikut dalam kunjungan ke BBVet.

Kepala BBVet Maros, Risman Mangidi, menjelaskan, proses penerimaan hingga pelaporan hasil uji dapat dilakukan sehari. Uji Polymerase Chain Reaction (PCR) dimulai pukul 10.00 Wita.

“Pelaporan dilakukan pada malam hari antara pukul 20.00 sampai 22.00 Wita,” ungkapnya.

Ia pun melapokan bahwa pihaknya menerima sampel dari tiga kabupaten. “Per tanggal 8 Juli 2020 secara kumulatif spesimen terperiksa sebanyak 2.014,” sebutnya.

Kabid Pelayanan Veteriner BBVet Maros, drh Muflihanah, menjelaskan, proses running Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) bisa sampai 2-3 kali sehari. Proses running terdiri atas proses penerimaan sampel, ektraksi RNA, dan penambahan RNA.

“Disesuaikan dengan jumlah spesimen yang diterima dari faskes dengan maksimal 93 spesimen selama 3 sampai 5 jam sekali running,” katanya. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts