SD 103 Inpres Hasanuddin Workshop Penulisan Puisi di Tengah Pandemi

Guru SD 103 Inpres Hasanuddin praktik membaca puisi yang ditulisnya di hadapan dua narasumber; Lory Hendrajaya dan Ima Fatimah. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Guru-guru SD 103 Inpres Hasanuddin, Maros, belajar berpuisi. Workshop digelar Rabu, 30 September 2020. Mengundang dua pensyair Butta Salewangang, Lory Hendrajaya dan Ima Fatimah.  Ada 50-an guru yang mengikuti acara yang dibuka ole Kepala Dinas Pendidikan Maros, Takdir itu.

Takdir berharap pelatihan ini akan menambah kapasitas guru dalam keterampilan menulis puisi. Dia pun meminta para guru terus berkarya dan jika memungkinkan membukukan puisi guru ini dalam bentuk buku.

Read More

Selain memberikan motivasi, pemateri juga memberi bekal bagaimana menulis puisi dengan mudah. Melalui pendekatan diksi yang kuat, memberanikan diri menulis, menjadikan kehidupan sehari hari sebagai tema puisi, dan menjadikan puisi dalam kehidupan sehari-hari.

Lory yakin workshop ini akan melahirkan penulis-penulis puisi di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan di SD Hasanuddin. Di luar itu, mereka bisa menjadikan ilmu puisi ini sebagai media mengajar di kelas.

Sementara Ima Fatimah mengharapkan bukan hanya terampil menulis puisi tetapi juga bisa melahirkan karya dalam bentuk antologi puisi. Kumpulan karya puisi ini akan menjadi karya abadi dan akan terus tersimpan sampai waktu yang lama.

Kepala UPTD SDN 103 Inp Hasanuddin, Nurwahidah mengaku sangat bersyukur workshop ini terlaksana. Sehingga walau masa pandemi, kreativitas dan penambahan wawasan guru tetap berjalan baik.

“Saya bangga pada guru-guru yang tak henti belajar dan mengasah kemampuannya untuk menjadi guru hebat. Dan semoga workshop ini akan melahirkan penulis andal dari sekolah kami,” ucapnya. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts