Perda Covid-19 Maros Sisa Disahkan, Opsi Swab Massal Belakangan

Bupati Maros bersama Ketua DPRD Maros hingga Dandim 1422/Maros melakukan operasi yustisi, Selasa, 6 Oktober 2020. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Peraturan Daerah (Perda) tentang penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Maros sedikit lagi disahkan. Bupati M Hatta Rahman bilang, kemungkinan dalam beberapa hari ke depan.

“Perdanya sisa menunggu asistensi dari Pemerintah Provinsi. Di Perda ini kita sudah mengatur adanya sanksi administrasi, denda, hingga pidana,” ujarnya di sela operasi yustisi di sejumlah titik Kota Turikale, Maros, Selasa, 6 Oktober 2020.

Read More

Hatta yakin dengan perda itu masyarakat akan semakin disiplin. Bahkan pada operasi hari ini pun dia mengaku puas melihat peningkatan kepatuhan warga dalam masa pandemi.

Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir mengakui perda tersebut sebentar lagi disahkan. Paling lambat pekan depan.

“Tetapi kalau sudah siap, mungkin hari Jumat ini akan ada pengesahan. Karena ada agenda paripurna juga,” sebut politikus Partai Golkar itu.

Ia berharap dengan adanya perda itu, penanggulangan Covid di Maros bisa semakin baik. Terlebih, perda itu juga memuat sanksi tegas kepada para pelanggar.

Patarai juga ikut operasi yustisi. Komandan Kodim 1422/Maros juga. Mereka menyisir beberapa warung kopi, Pasar Tramo, dan jalan raya.

Beberapa warga kedapatan tak mengenakan masker. Dan memang tak memiliki masker. Makanya diberi dan langsung dipakaikan.

Langkah-langkah itu menurut Hatta cukup untuk sementara. Makanya opsi swab test massal belum akan dijalankan. Alasannya, Maros sudah masuk kategori oranye. Bergerak ke hijau. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts