Pariwisata Berbasis Masyarakat Coba Bangkit di Tengah Pandemi

Pejabat Disbudpar Maros bersama peserta pelatihan tata kelola destinasi pariwisata. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Kabupaten Maros kaya destinasi wisata. Banyak juga yang dikelola masyarakat melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Namun sejak pandemi Covid-19, beberapa di antaranya vakum.

Makanya, di era new normal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Maros, coba menata kembali. Dimulai dengan pelatihan tata kelola destinasi pariwisata.

Read More

Pelatihan digelar di Makassar, beberapa waktu lalu. Kegiatan yang dibuka Kadisbudpar Maros, M. Ferdiansyah itu diikuti perwakilan pokdarwis dan pelaku pariwisata se-Kabupaten Maros.

“Penataan destinasi pariwisata perlu kita perhatikan agar menjadi nilai tambah berdaya saing. Peran serta masyarakat juga sangat menetukan keberhasilan pengelolaannya,” ujar Ferdi.

Pandemi memang membuat pengelola destinasi wisata juga harus berubah. Terpenting dalam penerapan protokoler kesehatan yang mesti ketat.

Di luar itu adalah peningkatan pengetahuan dan kemampuan bagi peserta untuk mempromosikan destinasi pariwisata di Maros.

“Di tengah wabah ini kita tetap terus berusaha untuk merealisasikan kegiatan-kegiatan prioritas. Diharapkan menjadi peramu spirit dalam memajukan kepariwisataan Kabupaten Maros,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Maros, M Hatta Rahman mengatakan, para pelaku objek wisata di Maros harus menerapkan Sapta Pesona.

“Mendorong peran sektor kepariwisataan untuk menjadi motor penggerak. Akademisi, pelaku bisnis pariwisata, pemerintah daerah, dan media. Skemanya membentuk mata rantai yang saling melengkapi untuk mewujudkan kualitas, aktivitas, kapasitas dan pelayanan kepariwisataan yang memberikan manfaat kepada lingkungan dan masyarakat,” paparnya. (*)

Penulis : | Editor :

Related posts