Semua Paslon Janji Tak Lupakan Desa Ketika Sudah Menjabat

Tigas paslon Pilkada Maros 2020 pada debat publik perdana, Rabu, 28 Oktober 2020, di Hotel Gammara, Makassar. (FOTO: MM)

MAROS, MM – Jika semua tetap dalam komitmen, siapapun yang terpilih jadi bupati dan wakil bupati Maros nanti, tetaplah menjadi angin segar bagi masyarakat.

Itu jika menyaksikan pemaparan ketiga paslon pada debat publik Pilkada Maros 2020 yang digelar KPU Maros di Hotel Gammara, Makassar, malam tadi.

Read More

Andi Tajerimin-Havid S Fasha, Chaidir Syam-Suhartina Bohari, dan Andi Harmil Mattotorang-Andi Ilham Nadjamuddin sama-sama menjanjikan pemerataan pembangunan.

Harmil-Ilham menyebut akan membangun ekonomi secara merata di semua kecamatan. Caranya dengan melanjutkan perbaikan infrastruktur. Kesenjangan pembangunan perkotaan dengan pedesaan, menurut paslon nomor urut 3 usungan Nasdem dan PKS itu, perlu diatasi.

“Kita perlu membangun infrastruktur jalan untuk memperlancar arus ekonomi dari desa sampai ke kota,” ujar Harmil.

Selain itu, paket dengan tagline Maros Unggul itu ingin membangun sektor-sektor pariwisata. Potensi yang memang sangat banyak di kabupaten ini. Hal tersebut sekaligus diharapkan memberi kontribusi berbagai lapangan kerja.

Sedangkan Chaidir-Suhartina menyebut bahwa upaya menaikkan taraf hidup masyarakat pedesaan
Chaidir menjelaskan, ada 1.298 poktan (kelompok tani) di Kabupaten Maros, 101 gabunngan kelompok tani (gapoktan), 41.000 petani, dan 26.000 hektare sawah.

“Untuk pemerataan di tingkat desa, ke depan kita juga memperhatikan lembaga-lembaga yang ada di desa seperti Bumdes dan beberapa lembaga yang akan meningkatkan ekonomi dan pemerataan di sektor pedesaan,” kata Chaidir, cabup nomor urut 2.

Mereka juga berjanji akan mewujudkan pengembangan satu produk satu desa. Paket usungan PAN, PBB, PPP, dan Hanura itu juga akan meningkatkan investasi yang ramah lingkungan untuk menciptakan dan membuka lapangan kerja bagi 20.000 orang.

Paslon nomor urut 1, Tajerimin-Havid menekankan perubahan perspektif pelayanan. Mereka ingin pemerintah benar-benar jadi pelayan masyarakat, apalagi masyarakat di desa.

“Oleh karena itu, apabila saya diamanahkan untuk menjadi bupati, akan kita lakukan hal-hal yang dapat membantu saudara kita yang ada di pedesaan,” kata Tajerimin.

Havid menambahkan, Tahfidz yang diusung Golkar, PKB, Demokrat, dan Gerindra akan fokus menjadikan Maros pusat agroindustri, pusat agrowisata, dan pusat ekowisata.

“Agrowisata adalah wisata kebun. Agroindustri merujuk petik, olah, jual. Ekowisata berbasis lingkungan. Ketiganya perlu kita tingkatkan supaya merata di seluruh 14 kecamatan,” kata mantan anggota DPRD Maros itu.

Debat pun berakhir. Bakal dilanjutkan debat kedua nantinya. Ketua KPU Maros, Samsu Rizal, menyampaikan bahwa kegiatan debat kandidat ini substansinya adalah adu visi misi. Masing-masing paslon menyampaikannya kepada masyarakat Maros.

“Lewat momen ini juga masyarakat Maros bisa memberikan penilaian terkait dengan visi misi yang diuraikan,” kata dia. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts