Beredar Isu Gempa Besar, Ini Penjelasan Kepala BMKG Maros

Tangkapan layar percakapan di WhatsApp yang disebut BMKG sebagai informasi hoaks. (FOTO: SC/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Di tengah pandemi Covid-19 dan rentetan bencana, masyarakat juga harus menghadapi hal yang juga bisa membuat cemas; hoaks. Beberapa informasi yang beredar di media sosial akhir-akhir ini begitu bombastis dan tidak valid sumbernya.

Warga Maros pun tak luput dari serangan hoaks di dunia maya. Misalnya tentang kabar gempa susulan Majene dan Mamuju akan jauh lebih dahsyat, lebih parah dari gempa Palu beberapa tahun lalu.

Read More

Akibat pesan berantai itu, Dzikrul, warga Batangase, Kecamatan Mandai sedari malam berupaya menghubungi keluarganya via seluler untuk memintanya keluar dari Sulbar.

“Kemarin waktu dihubungi tempatnya aman-aman saja. Karena info itu, kami coba hubungi lagi ternyata sudah tidak aktif,” katanya, Minggu, 17 Januari 2021.

MataMaros.com pun coba mengonfirmasi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Maros,Hartanto. Dan dia mengatakan bahwa informasi tersebut hoaks.

“Itu tidak benar. Masyarakat mohon tenang dan tetap waspada.”

Ia juga meminta agar warga mengakses informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG. Itu valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Pesan Berantai

Dalam pesan berantai yang beredar itu, memang terdapat sejumlah kejanggalan. Tidak bisa diverifikasi dari mana sumber awalnya. Lainnya, lembaga yang disebut mengeluarkan pernyataan pun tidak jelas.

“Sudah tepat Bu Kabalai menginstruksikan kami keluar Sulbar. Menurut Jubir BMKG pusat bahwa gempa akan lebih berpotensi dari Palu.” Pernyataan itu diklaim dikirim Ahmad Riyadi, Kepala BPTP Sulbar.

Berdasarkan penelusuran, kepanjangan dari BPTP adalah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Tidak terkait apapun soal analisis gempa. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts