Empat Hari Bertarung Nyawa, Pendaki Asal Maros Berhasil Dievakuasi

Fahrul Zainuddin mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Tompobulu, Malakaji, Gowa, Selasa, 16 Maret 2021. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Setelah empat hari lamanya bertarung nyawa dengan jalur ekstrem dan juga cuaca buruk, dua orang korban jatuh di Gunung Lompobattang, Gowa, akhirnya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan.

Danru BPBD Maros, Hasriadi, yang turut dalam tim evakuasi mengatakan, Fahrul Zainuddin asal Maros dan seorang rekannya bernama Iqbal sudah dibawa ke Puskesmas Tompobulu, Malakaji, Kabupaten Gowa.

Read More

“Tadi subuh sekitar pukul 06.00 Wita, korban tiba di posko induk di kaki gunung dan langsung diangkut menggunakan ambulans milik PMI Maros ke puskesmas setempat,” kata Adi sapaan akrabnya, Selasa, 16 Maret 2021.

Adi bilang, korban saat ini dalam kondisi sadar dan rencananya akan dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

“Setelah lukanya dibersihkan, korban akan kita bawa ke Wahidin untuk penanganan lebih lanjut,” ucapnya. Sebab, lanjut Adi, di puskesmas tersebut ada keterbatasan alat dan tenaga medis.

Fahrul alias Pallung adalah warga Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Dia mendaki bersama lima rekannya sejak Rabu, 10 Maret 2021. Jumat, 12 Maret 2021 tengah malam, dia dan Iqbal jatuh ke jurang, terbawa batu yang diduduki saat beristirahat. Pallung mengalami patah tulang tangan dan kaki. Iqbal merasakan nyeri di dada.

Dari lokasi kejadian rekan korban berusaha menelepon tim SAR Makassar. Tim dari berbagai komunitas lalu berangkat.

Evakuasi berjalan hingga dua hari. Sebab memang jarak dari kaki gunung sudah cukup jauh. Medannya juga ekstrem, terjal di mana-mana. Dalam video yang dirilis Basarnas bisa dilihat betapa sulitnya membawa korban yang ditandu. Pada titik tertentu harus dikerek menggunakan tali. Jurang di kanan kiri. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts