Pallung, Pendaki Asal Maros Jalani Operasi di RSUP Wahidin

Fahrul Zainuddin di ruang isolasi RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Rabu, 17 Maret 2021. (FOTO: IST)

MAKASSAR, MM – Fahrul Zainuddin, 31 tahun, pendaki asal Kabupaten Maros yang jatuh di perlintasan jalur Gunung Bawakaraeng menuju Gunung Lompobattang, akhirnya mendapatkan penanganan medis di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Rabu, 17 Maret 2021. Dia mengalami patah pada pergelangan tangan kanan dan paha kanan.

Ia tiba di rumah sakit tersebut, siang kemarin, dibawa mobil ambulans PMI Unit Maros. Sebelumnya, mendapatkan penanganan medis sementara di Puskesmas Tompobulu, Kelurahan Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa.

Read More

Setelah 12 jam berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Wahidin, Pallung, sapaan akrabnya, dioperasi dokter.

“Allhamdulillah tadi subuh pergelangan tangan saya sudah dioperasi. Tinggal paha yang belum,” ungkap Pallung.

Saat ini ia dirawat di ruang isolasi. Pallung bilang, dirinya berada di sana sampai hasil swab Covid-19 keluar. Selama itu juga ia tidak diperkenankan untuk dijenguk.

“Kalau hasilnya negatif baru dipindahkan ke kamar perawatan,” kata wartawan radio Maros FM itu.

Sebelumnya, Pallung bersama lima rekannya dari komunitas Ultra Light (UL) melakukan pendakian ke Gunung Lompobattang. Di tengah perjalanan, ia bersama rekannya duduk dan beristirahat di atas sebuah batu.

Naas, setelah berdiri hendak melanjutkan perjalanan, tanah di bawah batu tersebut longsor. Pallung dan seorang lagi bernama Iqbal jatuh bersama batu.

Butuh waktu empat hari bagi tim SAR gabungan. Mulai dari proses pencarian sampai evakuasi. Medan dan cuaca begitu ekstrem. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts