PENDIDIKAN adalah hal penunjang terbesar atas proses perubahan dan pola pikir seseorang. Tingkat kecerdasan seseorang dinilai berdasarkan pengalaman tempuh dalam sebuah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan yang dimaksud adalah lembaga yang berstruktur dan berjenjang.
Pendidikan memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan karakter generasi muda dan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan dibutuhkan sebagai proses untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Pendidikan dianggap berpengaruh terhadap tingkat status sosial seseorang. Masyarakat beranggapan semakin tinggi pendidikan seseorang semakin besar kedudukan dan tingkat sosialnya. Pandangan masyarakat bahwa orang yang memiliki gelar dan kemampuan tertentu memiliki peran dan kesempatan besar di lingkungan masyarakat termasuk dalam hal konstribusi material maupun sumbangsih pikiran.
Orang orang yang memiliki pendidikan tinggi dianggap dapat memilih pekerjaan yang diinginkan. Namun di sisi lain pendidikan tidak berpengaruh besar terhadap kalangan masyarakat yang memiliki harta yang lebih.
Perempuan dengan gelar pendidikan yang tinggi juga kadang mendapat stigma negatif di masyarakat. Gelar yang dimiliki dianggap tidak berguna karena pada dasarnya perempuan akan kembali pada hakikatnya yaitu di dapur.
Perempuan dianggap tidak perlu menempuh pendidikan yang terlalu tinggi karena dapat menghambat datangnya jodoh. Perempuan dengan gelar tinggi juga dinilai keras kepala dan tidak mudah diatur.
Namun saat ini sudah banyak ditemukan perempuan hebat yang memilki skill dan kemampuan yang jauh lebih berpotensi. Perempuan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas diri sebagai usaha untuk menjadi “High Value Woman”.
Prinsip yang tertanam dalam Pola pikir perempuan “High Value Women” salah satu alasan mengapa perempuan ingin meningkatkan pendidikannya atas dasar tekanan kemandirian. Jika nantinya perempuan ujung-ujungnya berada di dapur maka setidaknya gelar dan pendidikan yang selama ini mereka tempuh akan berguna dan bemanfaat untuk anak-anaknya. Ada pemahaman 1 perempuan yang berkualitas akan menghasilkan 1 generasi yang berkualitas pula.
Peran dan kontribusi orang tua serta dukungan masyarakat juga menjadi faktor penunjang seseorang untuk melanjutkan pendidikan. Untuk melanjutkan pendidikan seseorang harus memilki kesiapan dari berbagai aspek baik dari materi, mental, dan pola pikir. (*)
Ummul Huriah
Mahasiswa IAIN Parepare







