MATAMAROS.COM — Kepulan asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sirna. Gara-gara jarak pandang yang tidak bersahabat, pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros mengambil keputusan sulit, Senin, 13 Oktober 2026.
Tujuh penerbangan domestik terpaksa dibatalkan total, meninggalkan 1.070 penumpang yang harus menelan pil pahit gagal terbang tepat waktu.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Sultan Hasanuddin, Mahesa Nusantara Citra, membeberkan, gelombang pembatalan ini melibatkan tiga maskapai; Lion Air, Sriwijaya Air, dan Wings Air.
”Rinciannya, Lion Air JT-940 rute Makassar-Sorong dengan 189 penumpang, Lion Air JT-888 rute Makassar-Ambon dengan 196 penumpang, Lion Air JT-944 rute Makassar-Sorong dengan 168 penumpang, serta Sriwijaya Air SJ-902 rute Makassar-Sorong dengan 124 penumpang,” beber ya.
Daftar tersebut kian panjang dengan pembatalan penerbangan Lion Air JT-896 rute Makassar-Ternate (168 penumpang), Wings Air IW-1300 rute Makassar-Mamuju (36 penumpang), hingga Lion Air JT-980 rute Makassar-Ternate dengan 189 penumpang.
Menghadapi situasi darurat ini, pihak bandara menggandeng AirNav Indonesia dan BMKG untuk memantau pergerakan cuaca secara real-time.
Bagi 1.070 penumpang yang telantar, pihak bandara mengaku menjalin koordinasi dengan pihak maskapai. Opsi penyelamatan tiket mulai dari pengembalian dana penuh (refund), penjadwalan ulang (reschedule), hingga penyediaan ruang istirahat khusus telah disiapkan.
”Kami mengimbau calon penumpang agar selalu memantau informasi terbaru mengenai status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta memastikan kembali jadwal keberangkatan sebelum menuju bandara,” pinta Mahesa. (ast)







