MATAMAROS.COM — Kemeriahan LUAR mewarnai gelaran SPIDI Islamic Edufest & Grand Launching SPIDI Makkah Leadership Program (SMLP) di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf (Gedung Manunggal), Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Ribuan orang tumpah ruah memadati ruangan acara. Mulai dari santri SPIDI Female Boarding School, santri SADIQ, para orang tua santri, hingga jajaran tokoh penting. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars SPIDI, serta lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Bupati Maros, Chaidir Syam, yang turut hadir, termasuk dalam kapasitas sebagai orang tua santri menyampaikan rasa salutnya atas pencapaian SPIDI.
“Kita bangga sekolah terbaik ada di Maros,” uca Chaidir.
Kehadiran Bupati Maros bersama jajaran tokoh penting lainnya disambut antusias oleh ribuan peserta yang memadati lokasi acara. Suasana haru sempat menyelimuti, terutama pada momen ketika para santri yang akan segera berangkat belajar ke Makkah diminta untuk mendoakan dan mengenang perjuangan orang tua mereka.
Salah satu orang tua santri asal Enrekang bahkan tampak berkaca-kaca karena bersyukur dua anaknya bisa menimba ilmu dan menjadi penghafal Al-Qur’an di sekolah tersebut.
Ketua Dewan Pembina SPIDI Female Boarding School, Muzayyin Arif, menuturkan bahwa kehadiran ribuan orang tua dan para tokoh—seperti Bupati Maros Chaidir Syam, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, serta anggota DPRD Sulsel Andi Muhammad Irfan AB—menjadi penguatan besar bagi pengembangan SPIDI ke depan.
Muzayyin mengungkapkan, peluncuran SPIDI Makkah (Living and Learning in Saudi Arabia) merupakan iktikad baik untuk menghadirkan sistem pendidikan unggul. Inspirasi program ini salah satunya lahir dari diskusi bersama ulama asal Sulsel yang berkiprah di Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali.
”Di SPIDI, kami selalu berupaya melahirkan generasi yang smart dan salihah,” ujar Muzayyin.
Direktur SPIDI Makkah, Muthahhir Arif, menambahkan bahwa dalam program ini para santri akan tinggal dan belajar selama 2,5 bulan dengan tiga fokus utama; Al-Qur’an, bahasa Arab, dan kepemimpinan langsung di kampus SPIDI di Makkah.
Kemeriahan launching ini semakin lengkap dengan berbagai rangkaian acara SPIDI Islamic Edufest yang berlangsung hingga sembilan jam.
Berbagai agenda sukses memukau hadirin, di antaranya motivasi inspiratif dari konten kreator Rijal Djamal, pandangan global mengenai pentingnya adaptasi teknologi oleh Imam Shamsi Ali, pertunjukan drama musikal Sumayyah, pameran karya santri (student showcase), learning exhibition dari 20 booth ekshibisi, parade pembacaan Al-Qur’an (qira’ah), serta parade unjuk bakat dari 15 bidang ekstrakurikuler.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, berpesan agar SPIDI terus konsisten mencetak generasi yang cerdas dan berakhlakulkarimah.
”Sayangnya saya sudah tidak punya anak remaja. Tapi insyaallah cucu-cucu saya akan kami sekolahkan di SPIDI,” sebut Aliyah. (*/rls)







