MATAMAROS.COM – Masa depan ribuan anak di Kabupaten Maros kini tengah dipertaruhkan. Data terbaru triwulan kedua tahun 2026 mencatat angka stunting di daerah ini telah menembus 14,33 persen, atau setara dengan 3.816 jiwa.
Menyikapi itu, Pemkab Maros mencari cara. Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menggerakkan program taktis berupa pembagian susu gratis secara berkelanjutan untuk menyelamatkan gizi generasi penerus.
Gerakan intervensi gizi ini dijanjikan akan mengepung seluruh wilayah Maros tanpa terkecuali. “Program ini bukan gerakan seremonial satu hari lalu selesai. Kita upayakan berlanjut dan konsisten menjangkau masyarakat di seluruh 14 kecamatan,” tegas Muetazim, Rabu 14 Oktober 2026.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maros tersebut menjelaskan, asupan susu gratis ini menjadi senjata utama untuk mendongkrak kualitas gizi anak usia 5 hingga 8 tahun secara kilat dan terukur.
Agar bantuan tepat sasaran dan langsung memotong mata rantai stunting, Pemkab Maros menerapkan strategi jemput bola melalui dua jalur utama. Jalur sekolah menyisir langsung anak-anak fase pertumbuhan awal usia 5-8 tahun agar mereka mendapatkan asupan gizi harian yang layak. Jalur Puskesmas menargetkan garda depan keluarga. Susu gratis dibagikan kepada para ibu hamil yang tengah memeriksakan kandungan, serta orang tua yang membawa bayi mereka untuk kontrol kesehatan harian.
Muetazim mengingatkan, pertempuran melawan stunting sebenarnya harus dimulai bahkan sebelum anak dilahirkan.
“Pencegahan stunting itu mutlak dilakukan sejak dini, sejak janin masih dalam kandungan. Nutrisi ibu hamil dan tumbuh kembang anak di masa emasnya adalah kunci utama,” bebernya.
Melalui gebrakan pembagian susu massal ini, Pemkab Maros berharap intervensi pemenuhan gizi bisa berjalan lebih masif, agresif, dan tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan perhatian sejak dini. (ast)







