MATAMAROS.COM — Jelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Maros yang dijadwalkan pada 1 November 2026 mendatang, panggung politik lokal mulai bergemuruh. Agenda lima tahunan ini menjadi medan pertarungan strategis bagi figur yang mengincar kursi tertinggi di partai beringin Maros.
Sejumlah nama kuat mulai santer diperbincangkan di kalangan internal partai. Mulai dari para legislator hingga figur-figur yang memiliki akar rumput kuat di 14 kecamatan.
Desas-desus yang muncul juga menilai Musda kali ini akan menjadi ujian konsolidasi yang sesungguhnya di tengah ketatnya persiapan yang mulai digenjot panitia pelaksana.
Ketua Panitia Musda XI Partai Golkar Maros, Andi Awaluddin, menjamin seluruh proses suksesi ini akan diarahkan secara demokratis dan sesuai mekanisme organisasi.
“Persiapan Musda XI ini menjadi perhatian bersama. Kami selaku panitia akan berupaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan ketentuan organisasi,” ucap Awaluddin, Selasa, 13 Oktober 2026.
Meski pendaftaran resmi baru akan dibuka mendekati hari H, dinamika di tingkat bawah sudah mulai menghangat. Pertarungan diprediksi akan mengerucut pada perebutan pengaruh antara faksi legislatif dan para mantan pengurus strategis yang ingin kembali menancapkan pengaruhnya.
Tantangan besar menanti siapa pun yang nanti terpilih. Mulai dari mengembalikan kejayaan suara partai di DPRD, merapatkan barisan menyambut Pemilu 2029, hingga menjaga soliditas agar Golkar tetap disegani di Maros.
Sebelumnya, Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin memberi kode. Siapa pun yang terpilih memimpin Golkar di kabupaten/kota, idealnya harus siap juga dicalonkan di Pilkada. (ast)







