MAKASSAR — Keterbatasan sarana bukan penghalang untuk mengukir prestasi. Berawal dari tempat latihan sederhana di Kecamatan Bangkala Barat, Tim Drumband Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto berhasil menyabet gelar juara 2 pada Phinisi Marching Competition (PMC) VII 2026 yang berlangsung di Hall A.P. Pettarani dan Auditorium Amanagappa UNM Makassar, 22–24 Oktober 2026.
Tak hanya mengamankan piala runner-up, tim asal daerah pesisir ini juga memborong tiket emas untuk mewakili Provinsi Sulawesi Selatan ke Kejuaraan Drumband Tingkat Nasional yang dijadwalkan Juli 2027 mendatang.
Dalam kompetisi yang diikuti 28 tim terbaik se-Sulawesi Selatan tersebut, SMAN 4 Jeneponto mendominasi panggung. Tim ini sukses memboyong dua gelar bergengsi sekaligus, yakni Juara Umum 2 Concert Marching Art Divisi Senior Non Brass dan Juara Umum 2 Marching Field Show Divisi Senior Non Brass, serta melengkapinya dengan borongan 12 piala kategori khusus lainnya.

Kepala SMAN 4 Jeneponto, Asriyani Abdullah tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas capaian anak-anak didiknya.
”Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, disiplin tinggi, serta kekompakan anak-anak, pembina, guru, dan dukungan penuh orang tua,” ungkap Asriyani.
Asriyani menceritakan, perjuangan anak didiknya menuju tangga juara dipenuhi tantangan. Proses latihan rutin berjalan di tengah keterbatasan fasilitas dan alat drumband di Bangkala Barat.
Namun, keterbatasan itu justru membakar semangat mereka untuk membuktikan bahwa sekolah pinggiran mampu bersaing di panggung tertinggi. Sinergi antara sekolah, pelatih, pembina, orang tua, dan seluruh anggota menjadi kekuatan utama yang membuahkan hasil manis.
Menatap panggung Nasional 2027, pihak sekolah kini bersiap melakukan evaluasi menyeluruh, memperketat porsi latihan, serta menggembleng mental bertanding para siswa. Asriyani pun menaruh harapan besar adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto serta Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya terkait pembiayaan, transportasi, dan akomodasi.
”Mereka bukan hanya membawa nama sekolah, melainkan membawa nama baik Kabupaten Jeneponto dan Sulawesi Selatan. Kepada anak-anakku, tetaplah rendah hati, jaga kekompakan, dan jangan pernah merasa minder hanya karena kita dari sekolah pinggiran. Bertandinglah di tingkat nasional nanti dengan penuh percaya diri!” pesan Asriyani.

Keberhasilan luar biasa ini tak lepas dari racikan strategi pembina Sultan bersama tim pelatih Jaka, Dhede, dan Dhidit, serta kesiapan ofisial Firdaus dan Umar. Di lapangan, kekompakan tim digerakkan oleh pimpinan Alfaraby selaku ketua, Muhammad Daffa Maldar sebagai wakil ketua, Leri Eril Pradika di posisi sekretaris, serta Nur Fausiah yang tampil sebagai Field Commander.
Kekuatan musikalitas dan koreografi mereka pun disempurnakan oleh kepemimpinan para kepala divisi, yakni Reski Wahyuni pada divisi Melodika, Safa pada Colorguard, Eka pada Front Ensemble, dan Fatir pada divisi Battery. (*)
Laporan: Mallombasang







