MATAMAROS.COM – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Maros, Bambang Jayanto, meminta Bupati Maros, Chaidir Syam, mengevaluasi Direktur RSUD dr. La Palaloi, dr. Sri Syamsinar, menyusul polemik pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Bambang menilai, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan klarifikasi dari pihak rumah sakit. Pemerintah daerah perlu memeriksa langsung bagaimana pelayanan diberikan kepada pasien dan keluarga.
“Bupati harus melihat persoalan ini secara menyeluruh, termasuk bagaimana manajemen rumah sakit menjalankan fungsi pengawasan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya, Minggu, 1 November 2026.
Sebelumnya, pihak RSUD dr La Palaloi menerbitkan surat klarifikasi tertanggal 27 Oktober 2026 terkait kejadian tersebut. Dalam surat itu, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa tempat tidur IGD untuk pasien dewasa atau interna sedang penuh saat pasien datang sekitar pukul 12.00 Wita.
Rumah sakit juga menyebut adanya perbedaan pemahaman antara keluarga pasien dan petugas mengenai ketersediaan tempat tidur yang terlihat di area IGD.
Bagi Bambang, penjelasan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan untuk memastikan pelayanan telah berjalan sesuai prosedur.
Ia meminta Bupati tidak hanya menerima laporan dari manajemen rumah sakit, tetapi juga menilai apakah sistem pelayanan dan pengawasan internal sudah berjalan dengan baik.
“Evaluasi harus menyentuh akar persoalan. Kalau memang ada kekurangan dalam sistem pelayanan, harus segera dibenahi. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali terulang,” tuturnya.
Politikus Golkar itu juga meminta agar evaluasi mencakup kinerja pimpinan rumah sakit. Menurutnya, direktur memiliki tanggung jawab dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.
Bambang berharap hasil evaluasi disampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui persoalan yang ditemukan dan langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Ia menegaskan, pelayanan rumah sakit daerah harus mengutamakan keselamatan pasien dan memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat.
Sebelumnya, Direktur RSUD dr La Palaloi, dr Sri Syamsinar, membantah tudingan adanya penolakan pasien. Menurut dia, suasana IGD saat kejadian memang penuh sesak. Tempat tidur kosong yang terekam dalam video diklaim memiliki peruntukan khusus yang tidak bisa digunakan sembarang orang. (ast)






