Epidemiologist Asal Maros Ini Bagi 6 Tips Menjaga Masjid dari Penularan Covid-19

MAROS, MM – Ini analisis dari Dr Lukman Waris, clinical epidemiologist, peneliti penyakit menular Kementerian Kesehatan RI. Bukan menghindari salat berjemaah yang jadi fokus pria asal Maros ini, melainkan upaya menjaga masjid tetap aman dan nyaman. Tidak menjadi media penyebaran virus corona;

Menjaga Masjid

Read More

CORONA Virus Diseas 19 (Covid-19), yang sebelumnya berstatus epidemik di daerah asalnya Wuhan, China kini sudah dinyatakan pandemik oleh WHO. Artinya penyakit ini sudah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Menembus batas negara dan mengancam siapa saja tanpa mengenal jenis kelamin, umur, suku, agama, bangsa, dan status sosial ekonomi, baik kaya maupun miskin.

Kabar terbaru, Wali Kota Bogor dinyatakan positif menderita (confirmed) yang tentu kita sudah tahu sebelumnya bahwa Menteri Perhubungan juga dinyatakan confirmed.

Sampai saat ini tidak kurang 200 ribu dinyatakan confirmed di seluruh dunia, 309 kasus di Indonesia dengan jumlah meninggal 25 orang. Di Sulawesi Selatan sebanyak 2 orang dinyatakan confirmed, 1 orang meninggal pada 15 Maret di Rumah Sakit Siloam setelah pulang dari umrah, 3 Maret.

Penyebaran Covid-19 terjadi dengan cepat tidak terlepas dari padatnya perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain.

Perpindahan penduduk dari daerah terjangkit ke daerah baru memberikan iklim leluasa kepada virus penyebab penyakit ini untuk berpindah. Menyerang penduduk tempat yang baru dengan cepat.

Masjid adalah tempat ibadah yang mudah kita dapatkan di sepanjang poros jalan utama yang menghubungkan antar-kabupaten di Sulawesi Selatan. Masjid-masjid ini dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaksanakan salat yang sedang dalam perjalanan.

Salah satu media yang berpotensial menyebarkan virus ini dengan cepat yaitu tempat ibadah. Semuanya. Termasuk masjid..

Keberadaan Masjid yang terletak di poros-poros jalan utama di Sulawesi Selatan saat pandemi Covid-19, apabila kita kurang berhati-hati dan tidak melakukan langkah-langkah pencegahan, masjid bisa menjadi media yang cepat menularkan penyakit ini. Dari satu tempat ke tempat lain antar-kabupaten.

Virus penyebab Covid-19 ini menyebar dari penderita kepada orang lain melalui droplet (cairan kecil yang berasal dari saluran pernapasan), yang mungkin saja menular saat penderita batuk, bersin, atau saat sujud sehingga virus ini menempel di karpet mesjid.

Agar masjid-masjid tidak menjadi media penularan Covid-19 dan tetap memberikan kenyamanan kepada umat muslim dalam melaksanakan ibadah maka disarankan melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:

1. Lantai masjid agar tidak memakai karpet (ambal) dan membersikan lantai dengan deterjen setiap hari.

2. Menyediakan sabun di tempat wudu sehingga setiap masyarakat yang akan berwudu terlebih dahulu mencuci tangan memakai sabun di air mengalir.

3. Mengimbau masyarakat membawa sajadah masing-masing, termasuk mereka yang sedang dalam perjalanan dan mampir untuk salat di masjid.

4. Bagi mereka yang menderita flu agar memakai masker, sebisanya menjaga jarak dengan jemaah lain.

5. Untuk sementara tidak melakukan jabat tangan.

6. Segera mencuci tangan pakai sabun di air mengalir setelah memegang uang yang berasal dari sumbangan jemaah.

Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan pemeriksaan cepat (rapid test) terhadap masyarakat Indonesia. Mereka yang dicurigai menderita Covid-19 (suspect) akan dilanjutkan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk memastikan Confirmed atau tidak. Apabila confirmed akan diisolasi dan mendapatkan perawatan. Mereka yang tidak menderita atau menderita ringan disarankan melakukan swakarantina dengan tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang sangat mendesak.

Mari bersama-sama melawan Covid-19 ini agar pengalaman terjadinya pandemi Flu Spanyol tahun 1918 yang menewaskan sepertiga penduduk dunia tidak terulang lagi. (*)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.