Minta Warga Tahan Diri, Kapolres: Wabah Berlalu Kita Nongki Lagi

MAROS, MM – Polres Maros menilai kesadaran untuk menjaga jarak sementara waktu belum seluruhnya dilakukan. Masih banyak warga yang tak peduli. Acara kumpul-kumpul masih saja ada. Semisal di warung kopi. Atau juga hajatan-hajatan.

Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon pun mulai bertindak. Dia memerintahkan seluruh aparatnya untuk menggencarkan imbauan dan membubarkan berbagai keramaian warga. Khususnya yang dinilai rawan menjadi sarana penularan virus corona.

Read More

Musa menegaskan, ancaman pidana bagi pelanggar imbauan itu sudah jelas. Dalam UU Nomor 4 tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular. Ancaman penjara satu tahun dan/atau denda Rp1 juta.

“Dalam UU juga disebutkan barangsiapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya enam bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp500.000,” rincinya, Senin, 30 Maret 202.

Ia berharap warga Maros bijak dan ikut membantu. Bahu membahu memutus rantai penularan wabah corona. Sehingga situasi cepat berakhir, kita bisa kumpul-kumpul (sering juga diistilahkan nongki-nongki) lagi.

Musa mengaku tidak segan menerapkan aturan yang ada secara tegas jika ada warga yang tidak mengikuti imbauan tersebu. Sebab, imbuhnya, ini juga untuk kepentingan masyarakat.

Di luar itu, Musa meminta warga Maros tetap tenang. Tidak panik. Tetap di rumah.

“Jika harus keluar rumah harus dengan alasan kuat dan memperhatikan berbagai tips. Agar safety dan terhindar dari penularan wabah corona ataupun penyakit lainnya,” imbuhnya.

Hingga Senin, 30 Maret, sudah tiga warga Maros yang positif terinfeksi virus corona. Dua di Kecamatan Mandai, satu di Kecamatan Bantimurung. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.