Disnakertrans Terima 495 Laporan, dari Karyawan Dirumahkan hingga Penjual Gorengan

MAROS, MM – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maros tengah mendata pekerja yang terdampak Covid-19. Totalnya sudah 495 laporan.

Kepala Disnakertrans Maros, Amiruddin mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan selama dua hari. Per Kamis, 9 April 2020, jumlah tenaga informal yang melapor sebanyak 344 orang.

Read More

“Artinya, mereka yang kalau keluar baru dapat penghasilan, seperti penjual kue, gorengan, telur, dan sopir,” ungkap Amiruddin.

Sementara, jumlah laporan tenaga formal sebanyak 151 orang. Itu terdiri atas 93 karyawan dari Grand Waterboom dan 58 orang dari Grand Town Hotel. Dua perusahaan ini melapor Kamis, 2 April 2020.

“Mereka dirumahkan. Bukan di-PHK. No work, no pay,” jelas eks Inspektur Pembantu Inspektorat Maros ini.

Amiruddin mengungkapkan, pihaknya juga sudah dihubungi pihak perusahaan di bandara. Jika penutupan di bandara dilakukan, maka kemungkinan besar akan ada karyawan dirumahkan.

“Untuk sementara mereka masih kerja shift,” imbuh Amiruddin yang juga pernah mengabdi di Biro Humas Pemprov Sulsel.

Ia juga menegaskan kepada perusahaan yang bercena merumahkan atau melakukan PHK kepada karyawan agar berunding dahulu. Jangan mengambil keputusan sepihak.

“Dimediasi oleh disnakertrans. Sejauh ini belum ada kasus PHK. Sudah kami teruskan laporannya ke disnaker provinsi. Dilanjutkan sampai ke Menko Perekonomian RI,” ujarnya. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.