Ketua DPRD Usulkan PSBB, Begini Respons Bupati

Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir. (FOTO: DOK/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir, telah mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, Maros harus mengikuti jejak Makassar.

Apalagi, kata Patarai, Maros juga merupakan kasus transmisi lokal Covid-19 baru di Indonesia. PSBB mesti dilakukan untuk memutus rantai penularan virus ini.

Read More

“Saya selaku ketua DPRD mengusulkan PSBB, menyusul Kota Makassar yang sudah mengusulkan katanya,” ujarnya kepada MataMaros.com, Selasa 14 April 2020.

Dia juga menilai, kebanyakan masyarakat masih kurang disiplin untuk mengikuti imbauan pemerintah daerah. “Melihat kondisi yang ada, ODP dan PDP masih ada beberapa yang berkeliaran,” ungkapnya.

Pertimbangan lain, Aso, sapaan karib Patarai, juga melihat perbandingan persentase jumlah positif Covid-19 secara umum di Sulsel dengan provinsi lain. Kata dia, memang secara angka, Sulsel berada di urutan kelima.

“Sebenarnya kita menempati urutan kedua dilihat dari presentasenya. Kenapa? Kalau kita mau lihat Jawa Barat dengan jumlah 450 positif Covid-19 penduduknya 39 juta. Kita, 222 positif, jumlah penduduk cuma 8 juta. Ini kan luar biasa,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Maros, Hatta Rahman, mengaku, akan mengikuti Kota Makassar. “Kita ikut saja kalau Makassar mengajukan, kita mengajukan,” katanya.

Menurutnya, PSBB juga punya syarat. Salah satunya dengan melihat angka kematian. “Saat ini kita membentuk tim LO untuk pasien positif, supaya kita tahu progresnya tiap hari,” ungkap Hatta. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.