Salat dengan Saf Renggang, Sebuah Solusi?

Hamka Mahmud. (FOTO: IST)

Oleh Hamka Mahmud

PEMANDANGAN baru nampak saat salat Tarawih berjemaah di Masjidilharam dan Masjid Nabawi pada malam ke-7 Ramadan 1441 H. Saf direnggangkan sekitar jarak tiga orang berdiri. Mungkin jaraknya 1,5 meter setiap orang. Terlihat di video Youtube.

Read More

Baru kali pertama dilaksanakan sejak masjid itu diizinkan kembali dipakai berjemaah usai ditutup karena pandemi virus Covid-19. Meski masih terbatas yang ikut salat Tarawih, yaitu hanya petugas masjid.

Penulis perkirakan salat Jumat 1 Mei 2020 hari ini (saat ini masih pagi waktu Saudi) bakalan dilakukan hal yang sama. Apalagi sudah diumumkan bahwa akan dibuka kembali untuk masyarakat umum dua masjid suci itu oleh Syekh Dr. Abdurrahman Sudais.

Pandemi Covid-19 membuat lahir ijtihad baru. Contoh, salat dengan saf direnggangkan dalam masjid. Yang lazimnya adalah rapat: tumit dangan tumit, bahu dengan bahu.

Masjid di Indonesia terlebih dahulu mengamalkan salat berjarak. Dan yang paling terkenal adalah Masjid Al-Akbar Kota Surabaya.

Hingga pernah penulis khotbah Jumat membahas hal ini. Di Masjid Almarkaz Maros, pada 3 April 2020. Dengan mengangkat contoh masjid terbesar di kota Surabaya tersebut yang tetap dipakai salat Jumat.

Pengurus masjidnya menggunakan SOP pencegahan Covid 19. Setiap yang masuk masjid harus mencuci tangan pakai sabun, pakai masker, dan saat duduk menyimak khotbah harus berjarak, begitu juga saat salat dilaksanakan, dan imam saat salat melakukan kunut nazilah.

Penulis mengamati banyak ijtihad baru dilakukan pengurus masjid di masa wabah ini. Ada yang tidak salat jumat, tetapi justru salat Zuhur berjemaah. Ini ijtihad aneh, sebab keliru memahami fatwa MUI tentang salat Jumat di masa pandemi.

Ada juga yang lebih aneh, yaitu salat Tarawih dengan mematikan lampu ruangan masjid. Mungkin takut ketahuan aparat, atau ingin dianggap masjidnya tidak dipakai Tarawih.

Penulis berpendapat, sebaiknya ditinjau ulang pelarangan salat jumat di masjid oleh pemerintah. Apalagi saat ini sedang Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ada masjid sudah lima kali tidak jumatan. Sampai jemaahnya ada yang bersedih.

Sebaiknya boleh, diizinkan, dengan catatan meniru apa yang dilakukan oleh Masjid Al-Akbar Surabaya dan tata cara salat Tarawih seperti yang dilakukan Masjidilharam dan Masjid Nabawi, yaitu salat dengan saf direnggakan; suatu hal yang baru.

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
QS. Al-Jumu’ah, ayat 9.

Ketahuilah setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. (*)

*Kajian seri ke-535 Dai Kamtibmas/Penyuluh Agama Islam Non PNS/DANI-Dai Anti Narkotika. Penulis bisa dihubungi di nomor HP 081285693559

Penulis : | Editor :

Related posts