Mulai Lusa Bisa Uji Swab di BBVet Maros, Simak Kapasitas dan Kecepatannya

MAROS, MM – Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros akhirnya menerima izin untuk pengujian Covid-19. Rencananya, lusa, Rabu, 20 Mei 2020, sudah bisa dimulai.

Bupati Maros Hatta Rahman, sudah mengecek kesiapan tim dan laboratoriumnya, Senin, 18 Mei 2020. Ia pun berharap BBVet sudah bisa menerima sampel dan hasilnya cepat keluar.

Read More

Apalagi, menurutnya, pengujian di Makassar sudah sangat padat. Bahkan hasilnya baru bisa keluar sampai sepekan.

“Ada pasien yang meninggal, tapi hasil swab-nya belum keluar. Ada juga sudah kontak erat di keluarganya, tapi belum keluar hasilnya dan ternyata positif. Akhirnya satu keluarga positif,” ungkap Hatta.

Dengan berfungsinya BBVet ini, hasil pengujian sampel Covid-19 bisa keluar dalam satu hari saja. Semisal, sampel masuk Rabu sore, tim akan menguji Kamis pagi. Kemudian, hasilnya sudah bisa diketahui sore harinya.

“Kita berharap dengan hasil yang keluar lebih cepat, maka tindakan kita juga bisa lebih cepat mengantisipasi pasien positif,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maros ini.

Sementara itu, Kepala BB Vet Maros Risman Mangidi, mengungkapkan, pihaknya memang sudah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Begitu pun surat tugas dari Kementerian Pertanian.

Setelah itu, BBVet telah melakukan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Sulsel terkait pembagian wilayah tugas. Ada tiga kabupaten yang dicakup, yakni Maros, Pangkep, dan Barru.

Hasil koordinasinya, BBVet sebernarnya diminta mulai menerima sampal, hari ini, Senin, 18 Mei 2020. Namun, kesiapan masih perlu disempurnakan.

“Kami tentu harus benar-benar siap untuk memulai dan memisahkan sampel dari hewan dan sampel manusia, agar semua berjalan baik. Maka kami meminta agar uji sampel Covid mulai Rabu mendatang,” jelasnya.

Risman menyebutkan, jumlah sampel yang bisa diterima tiap hari hingga 50 sampel. Rencana kerjanya dari Senin sampai Jumat sesuai jam kerja kantor. Tim penguji Covid-19 yang disiapkan 20 orang.

“Sementara kami mampu menerima sampai 50 sampel, tapi kami tetap melihat kemampuan tim. Jika memadai, bisa lebih,” ungkapnya. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts