Rapid Test Selanjutnya di Pasar Camba: “Tolong Jangan Menghindar”

Tenaga kesehatan Puskesmas Turikale ditugaskan melaksanakan rapid test di Tempat Pelelangan Ikan, beberapa waktu lalu. (FOTO: DOK/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maros menggelar rapid test di pasar-pasar kecamatan. Sasarannya di 10 lokasi.

Jadwal pemeriksaan terdekat, yakni di Pasar Camba, Selasa, 2 Juni mendatang. Kemudian, di Pasar Barandasi dan Pasar Bulu-bulu, Rabu, 3 Juni 2020. Terakhir di Pasar Simbang, Kamis, 4 Juni 2020.

Read More

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maros, dr Syarifuddin, mengatakan, screening memang harus dilakukan juga di pasar. Tak menutup kemungkinan ada potensi penularan virus.

“Ada beberapa kasus positif diduga terpapar di pasar, terutama pasar yang mengabaikan protokol kesehatan,” ungkapnya, Minggu, 31 Mei 2020.

Sayangnya, animo masyarakat untuk mengikuti rapid test masih minim di sejumlah pasar. Seperti di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuang yang baru saja dilaksanakan kemarin, Sabtu, 30 Mei 2020.

Dari 175 unit alat rapid test yang disediakan, hanya 54 orang ikut tes. Hasilnya, 6 orang reaktif. Di tempat lain, rapid test juga digelar di Pasar Carangki dengan hasil 18 reaktif di antara 145 yang ikut tes.

Sebelumnya, Kamis, 28 Mei 2020, rapid test digelar di Pasar Panjallingan. Dari 50 orang yang ikut tes, 2 orang reaktif. Di hari yang sama, rapid test juga digelar di Pasar Diccekang dengan hasil 7 orang reaktif diantara 173 orang yang ikut tes.

Sementara, Jumat, 29 Mei 2020, ada dua pasar juga yang disasar, yakni Pasar Batangase dan Pasar Pakalu. Hanya saja, hasilnya belum diterima tim gugus.

Syarifuddin mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pedagang pasar rakyat agar penuh kesadaran ikut berpartisipasi. Jangan justru menghindari, bahkan menolak.

Rapid test massal ini untuk melindungi konsumen, sesama pedagang, dan keluarga masing-masing,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maros, Hatta Rahman, mengatakan, pihaknya memang tengah menggelar rapid test massal. Kini dipersiapkan 4.000 unit alat.

“Itu bisa ditingkatkan lagi. Kalau perlu sampai 10.000 unit,” ungkapnya. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts