Lapor BLT Bermasalah, Diundang DPRD Malah Tak Hadir

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal penyaluran BLT Dana Desa Borikamase di Ruang Rapat Utama DPRD Maros, Rabu, 3 Juni 2020. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Penyalahgunaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dilaporkan di Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru. Namun, saat digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), warga pelapor justru tak hadir.

Kepala Desa Borikamase, Aswing, mengaku tak mengetahui dengan jelas laporan tersebut. Ia hanya diundang datang ke RDP.

Read More

“Yang jadi pelapor itu warga yang belum dapat. Buruh bangunan dan petani. Tapi permasalahannya yang melaporkan tidak hadir,” katanya, Rabu, 3 Juni 2020.

Namun, ia mengakui, memang kadang terjadi permasalahan penyaluran bantuan. Misal, tak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa orang kaya dapat bantuan yang menjadi perbandingan. Wajar jika ada warga yang protes.

“Cuma persoalannya, warga tak memahami yang mana dapat BST dan BLT. BST (Bantuan Sosial Tunai) merupakan datanya dari Kementerian Sosial,” ungkapnya.

Adapun total penerima BLT di Desa Borikamase 178 Kepala Keluaraga (KK). Sedangkan BST, kuotanya melebihi 200 KK. Sementara total KK 1.107.

“Otomatis banyak yang belum ter-cover
Masalahnya, anggapan warga semua KK harus dapat. Di situ saja letak masalahnya,” kata Aswing.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Maros, Farmawati, mengatakan, aduan ini masuk Kamis, 28 Mei 2020. Lalu diputuskan digelar RDP hari ini, Rabu, 3 Juni 2020.

“Hanya saja, pembawa aspirasi tidak hadir. Jadi kita anggap selesai,” ungkapnya.

Ia hanya meminta agar pembaruan data bisa dilakukan tiap tahun. Tujuannya agar bantuan bisa tepat sasaran.

“Bisa saja dalam setahun itu yang miskin jadi kaya. Yang kaya jadi miskin. Harus ada update data tiap tahun,” kata legislator Partai Nasdem ini. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts