Chaidir Syam Ungkap Rahasia; Dari Rapor Merah Hingga Ketua Termuda DPRD

Wakil Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam, saat mengikuti diskusi virtual, Kelas Inspirasi Dinas Pendidikan, Kamis, 11 Juni 2020. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Dinas Pendidikan (Disdik) Maros menggelar Kelas Inspirasi virtual lewat Zoom, Kamis, 11 Juni 2020. Salah satu motivator yang dihadirkan, Wakil Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam.

Kelas ini dilaksanakan bersama para guru dan siswa SMPN 5 Mandai. Partisipannya berkisar 50 orang.

Read More

Para siswa pun sangat aktif bertanya. Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada Chaidir, yakni bagaimana kiat hingga bisa menjadi pemimpin? Pertanyaan itu datang dari siswa bernama Haedar.

“Pernah jadi ketua DPRD termuda, sekarang wakil ketua DPRD, dan Insyaallah jadi orang nomor satu di Maros itu bagaimana pak?,” katanya.

Sebelum menjawab, Chaidir pun sempat cengar-cengir. Ia mengatakan, salah satu kuncinya adalah selalu bersilaturahmi dan membuka diri.

“Tidak boleh sombong, merasa dirinya pintar. Tidak bisa seperti itu. Kalau ada yang butuh bantuan, kita berikan,” tuturnya.

Kemudian, kata dia, harus patuh dan taat kepada guru di sekolah. “Kita harus dengar apa yang dikatakan guru. Kita betul-betul jadikan juga beliau sebafai orang tua,” imbuh mantan ketua komite SMPN 5 Mandai ini.

Chaidir juga mengatakan, jangan pernah lelah untuk belajar. Ini sekaligus menjawab pertanyaan siswa lain bernama Zahwa “bagaimana cara menjaga motivasi belajar”.

“Kalau teman kita punya kelebihan, tidak masalah kita dekati. Kita belajar bersama. Harus pintar-pintar melihat lingkungan kita,” katanya.

Ia punya pengalaman, sewaktu duduk di bangkus kelas 1 SMA, rapornya juga sempat diwarnai angka merah. Namun, saat naik kelas, ia membangkitkan gairah belajarnya.

“Naik kelas 2, dapatnya kalau bukan rangking 1, ranking 2. Di sini saya mau bilang, ternyata kita bisa bangkit dengan semangat,” ujar Chaidir.

Ia juga sempat tak memiliki rasa percaya diri untuk tampil di hadapan orang banyak. Apalagi dirinya merupakan anak tunggal. Menurutnya, itu identik dengan manja, disayang, dan tidak mau bergaul kemana-mana.

“Saya juga malu-malu. Tetapi kita harus tahu cara bangkit dengan membuka diri, bergaul dengan siapa saja,” kata Chaidir.

Selanjutnya, kiat yang tak kalah penting untuk menambah kualitas diri, menurutnya, gemar membaca. “Jadi, boleh main PUBG. Tetapi jangan lupa membaca. Agar menyenangkan, kita harus cari waktu yang pas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Maros, Takdir, mengatakan, Kelas Inspirasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas diri para siswa. Tantangan mereka makin berat ke depan.

“Mau jadi dokter, berat. Banyak saingannya. Dan bukan di Maros saja. Begitu pun yang mau jadi tentara atau polisi. Makanya kita harus perbaiki kapasitas diri kita mulai sekarang,” imbaunya.

Untuk menjadi sukses, kata dia, salah satunya banyak-banyak membaca buku. “Jangan banyak membaca HP. Begitu bangun HP dibuka, mau tidur HP yang dilihat,” ujarnya.

Sebelum di SMPN 5 Mandai, kelas ini juga dilaksanakan di SMPN 6 Moncongloe yang dipandu Sekretaris Rumah Dongeng Maros, Fatimah Achmad. Narasumbernya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Maros, Idrus. Salah satu yang dibahas, yaitu hobi baca sebagai perisai terbaik dalam menempuh dan meraih cita-cita. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts