MUI Maros Rapat dengan Perwakilan Warga, 100 Persen Tolak RUU HIP

Ormas Islam di Maros berkumpul dalam rapat koordinasi soal penolakan terhadap RUU Haluan Ideologi Pancasila di Masjid Al Markaz Al Islami, Kamis, 18 Juni 2020. (FOTO: MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maros menggelar rapat koordinasi bersama ormas islam, Kamis, 18 Juni 2020. Mereka membahas Rancanangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Pertemuan ini digelar di aula Masjid Al Markaz Al Islami Maros. Seluruh yang hadir pun mengeluarkan pernyataan sikap menolak adanya RUU tersebut.

Read More

“Ini yang hadir perwakilan warga. Jumlahnya sekitar 300 orang. Semua menolak,” kata Syamsu Khalik, Ketua MUI Maros.

Menurutnya RUU HIP tak diperlukan. “Alasan kita, selama ini pancasila sudah diikrarkan dimana-mana, baik pemerintah maupun ulama-ulama kita,” katanya.

Namun, ia belum bisa menjabarkan isi penolakan RUU HIP di Maros. “Nanti kita poin-poinkan sesuai keputusan,” ujar Syamsu.

Sementara itu, Anggota DPRD Maros yang hadir dalam pertemuan itu, Abidin Said, mengungkapkan, penolakan tersebut akan diberitahukan ke unsur pimpinan dan seluruh anggota DPRD. Memang 100 persen menolak kehadiran RUU HIP.

“Saya akan laporkan. Biarlah kami secara demokratis akan menyikapi ini. Seperti apa nantinya, kita akan lihat,” kata Ketua Komisi I DPRD Maros ini. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts