Guru-guru SDN 66 Kanjitongan Ditantang Buat Antologi Puisi

Para peserta bersama dua narasumber pelatihan menulis dan membaca puisi di SDN 66 Kanjitongan, Senin, 10 Agustus 2020. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Senin yang berbeda bagi 20 guru SD Negeri 66 Kanjitongan, Kecamatan Maros Baru, 10 Agustus 2020.

Mereka mengikuti pelatihan menulis puisi. Pensyair kawakan yang juga Koordinator Rumah Dongeng Chapter Maros, Lory Hendradjaya bersama penulis yang menjadi Sekretaris Rumah Dongeng Chapter Maros, Ima Fatimah, menjadi pematerinya.

Read More

Melihat animo para peserta, Ima langsung menantang para guru itu untuk terus berlatih menulis puisi. Hingga dirasa cukup baik untuk menjadi kumpulan atau antologi yang bakal dicetak jadi buku.

“Intinya, guru harus menulis puisi,” ujar perempuan muda yang juga seorang guru itu.

Dalam pelatihan sehari ini, peserta belajar cara praktis menulis puisi. Materinya antara lain keberanian menulis, kebiasaan menulis, dan cara menempatkan diksi yang tepat. Plus bagaimana memperbanyak kosakata sebagai modal dasar menulis puisi, mempublikasikan karya, dan mendokumentasikan karya puisi.

“Kita juga berlatih bersama membaca puisi,” ucap Lory.

Pria yang juga penyiar itu Lory meminta kepada guru-guru membuat target dalam menulis puisi. Misalnya sehari satu puisi atau seminggu satu puisi dengan tema yang variatif.

Kepala SD Negeri 66 Kanjitongan, A Hikmawati berterima kasih atas kesediaan dua pemateri. “Ini adalah satu langkah maju untuk menambah pengetahuan dan keterampilan guru guru kami, termasuk saya,” ucapnya.

Soal tantangan menerbitkan antologi puisi guru, dia menjawab siap berkarya dan menerbitkan buku. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts