Belajar Daring; Kehadiran Siswa Hanya 60 Persen, Ada yang Jadi Buruh di Pelelangan Ikan

Pembelajaran luring di SMPN 2 Maros terpaksa dilakukan. Dengan membuka kelompok-kelompok kecil siswa. (FOTO: YUSUF/MATAMAROS.COM)

MAROS, MM – Bukan hanya suasana dan metodenya yang berbeda. Tingkat kehadiran siswanya juga. Belajar daring di tengah pandemi membuat cukup banyak siswa yang tidak aktif.

Kepala SMPN 2 Maros, Jabbar Pasuloi, menilai bahwa Proses Belajar Mengajar (PBM) secara daring atau online memang tidak begitu efektif. Persentase kehadiran siswa hanya 60 persen saja dari total 935 siswa.

Read More

“Selama pandemi ini yah sekitar 60 persen siswa yang aktif ikut daring dan juga menyelesaikan tugas-tugasnya,” kata Jabbar di ruang kerjanya, Senin, 11 Januari 2021.

Sejumlah faktor dia duga menjadi alasan menurunnya persentase kehadiran siswa di sekolah unggulan Maros itu. Antara lain tidak punya gadget atau android, jaringan internet di rumah siswa yang tidak stabil, sampai kepada persoalan kondisi ekonomi selama pandemi.

“Tidak sedikit saya temukan mereka ikut membantu orang tuanya mencari rezeki. Karena memang kondisi ekonomi selama pandemi ini luar biasa susah. Ada yang menjadi buruh angkut di pelelangan ikan, menjaga kios, dan sebagainya,” ungkap Jabbar.

Belum lagi orang tua yang tidak bisa melakukan pengawasan terhadap anaknya karena alasan sibuk bekerja.

Saat ini, upaya yang bisa dilakukan pihak sekolah agar aktivitas belajar siswa bisa kembali membaik adalah pemberlakuan PBM luring atau tatap muka langsung dengan membentuk kelompok-kelompok belajar, baik di rumah siswa maupun disekolah.

“Di lingkungan sekolah pertemuannya selama 4 jam pelajaran. Mulai pukul 08.00 Wita pagi sampai 11.00 Wita jelang siang,” katanya.

PBM secara daring atau online di Maros masih akan tetap berlanjut sampai pada 1 April 2021 akan datang. Rencana membuka sekolah di awal tahun batal diterapkan melihat meningkatnya kasus Covid-19. (suf) 

Penulis : | Editor :

Related posts