Hingga Programnya Berakhir, Warga Maros Kurang Berminat Santunan Korban Covid-19

Proses pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Kementerian Sosial (Kemensos) tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk santunan kematian pasien Covid-19. Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemesos sudah menerbitkan surat edaran.

Sebelumnya, pemerintah pusat memberikan santunan kepada ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal. Nilainya Rp15 juta. Programnya dari Juni 2020  hingga 18 Februari 2021.

Read More

Namun ternyata, warga Maros relatif tak meminati program itu. Selama ini pun sangat sedikit pengajuan untuk mendapatkan santunan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Prayitno, mengatakan selama ini pihaknya baru merekomendasikan delapan orang korban meninggal dunia akibat Covid-19 ke Kemensos.

“Dari semua yang kami rekomendasikan, sampai detik ini belum ada laporannya siapa saja yang sudah terima,” katanya, Kamis, 25 Februari 2021.

Ia menjelaskan, untuk anggaran santunan Covid-19 tidak tersedia di Dinsos Maros. Pihaknya hanya sebatas mengusulkan dan memberikan surat pengantar kepada ahli waris untuk diteruskan ke Dinsos Provinsi.

Setahun sudah Covid-19 mewabah, dari data yang dirilis pusat informasi Covid-19 Satgas Maros, sampai Rabu, 24 Februari 2021, total korban meninggal dunia mencapai 22 orang. (suf)

Penulis : | Editor :

Related posts