Janjikan Reformasi Birokrasi di Maros, Chaidir Kenang Masanya Jadi Pendemo

Chaidir Syam. (FOTO: DOK)

MAROS, MM – Bupati Maros, Chaidir Syam mengaku sedang melakukan upaya reformasi birokrasi. Saat ini sementara proses pembahasan di DPRD untuk peraturan daerahnya.

Dia merasa ada beberapa hal yang mesti dibenahi. “Kita mengupayakan itu untuk memaksimalkan pelayanan ke masyarakat,” katanya saat menjadi pembicara Webinar World of Government yang digelar Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fisip Unhas, Jumat, 23 April 2021.

Read More

Selain itu, Chaidir juga terkenang saat dia masih mahasiswa. Pria 44 tahun itu bercerita, beberapa kali melakukan aksi demonstrasi ke pemerintahan saat itu lantaran kondisi birokrasi yang dinilainya amburadul.

“Pernah saya jadi koordinator aksi. Mendemo pelayanan yang tidak sesuai kualifikasinya. Hanya karena dekat dan keluarga pejabat sehingga seseorang bisa mengisi sejumlah posisi krusial di birokrasi,” kenangnya.

Setelah dilantik, Chaidir memang menggaungkan perbaikan layanan pemerintah kabupaten. Untuk administrasi kependudukan seperti KTP misalnya, dia memerintahkan segera ada pembenahan. Warga di pelosok tak mesti ke ibu kota kabupaten untuk mengurus KTP, paling jauh ke kantor kecamatan saja.

Mantan ketua dan wakil ketua DPRD Maros itu juga sudah mewanti-wanti ASN Pemkab untuk mengubah sikap dalam melayani. Wajib tersenyum dalam situasi apapun. Dia bahkan mengagendakan pelatihan senyum bagi aparat pemerintah.

Chaidir berbicara di webinar World of Government Fisip Unhas. (FOTO: MM)

Sementara itu, pada webinar siang tadi narasumber lainnya adalah Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. Seperti Chaidir, Indah juga alumni ilmu pemerintahan Unhas.

Keduanya memaparkan model pelayanan pemerintah yang mereka terapkan di daerah masing-masing.

Pemantik diskusi bertema “What we talk when we talk about government?” tersebut adalah Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP Provinsi Sulsel, Jayadi Nas. (suf)

Penulis : | Editor :

Related posts