Pekerja dan Mahasiswa Boleh Melintas di Perbatasan, Syaratnya…

Rapat persiapan Operasi Ketupat Polres Maros, Senin, 3 Mei 2021. (FOTO: IST)

MAROS, MM – Tiga hari lagi 400 personel Polres Maros akan mengisi pos-pos khusus di jalan. Dua pos penyekatan di perbatasan dan empat pos pengamanan di titik keramaian.

Khusus pos penyekatan, tugasnya menghalau warga yang ingin mudik. Polisi akan berjaga di perbatasan. Masing-masing di Mallawa untuk perbatasan Maros-Bone dan di Bontoa untuk perbatasan Maros-Pangkep.

Read More

Empat pos lainnya untuk pengamanan momentum Lebaran. Ada di depan Grand Mall, Kawasan PTB, Bantimurung, dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Kabag Ops Polres Maros, Kompol Jasardi, menuturkan, penyekatan tidak hanya berlaku untuk pemudik dengan kendaraan pribadi. Dia mengaku tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk penindakan pemudik yang menggunakan kendaraan umum.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan mudik. Jika kedapatan akan diarahakan untuk balik arah,” ujarnya, Senin, 3 Mei 2021.

Bagi warga yang memiliki kepentingan, semisal tempat kerjanya lintas daerah, masih boleh melintas. Tetapi ada syaratnya.

“Semisal warga Pangkep, KTP Pangkep, yang bekerja di Kota Makassar, harus menunjukkan surat tugas dari tempatnya bekerja. Bagi mahasiswa cukup memperlihatkan surat keterangan dari kampusnya,” ucap Jasardi.

Penjagaan polisi mulai 6 Mei hingga 17 Mei dinamakan Operasi Ketupat. Fokus kali ini pada pelarangan mudik. Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon meminta jajarannya mengedepankan sikap preventif.

“Utamanya jika ada yang kedapatan Mudik agar disikapi dengan profesional, tegas, namun tetap humanis,” pesannya. (abr)

Penulis : | Editor :

Related posts