MATAMAROS.COM — Direktur Utama PT Bumi Maros Sejahtera (Perseroda) smenyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) akhir masa jabatan periode 2023–2026 dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Kamis, 23 Juli 2026.
Rapat tersebut dipimpin Bupati Maros, Chaidir Syam selaku Kuasa Pemegang Saham Pengendali, serta dihadiri oleh Plt Komisaris dan pemangku kepentingan BUMD Kabupaten Maros. Acara ini berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati Maros.
Dalam pemaparannya, direksi menyampaikan kilas balik perjalanan Perseroda. Bermula dari kondisi penuh tantangan pada pertengahan 2023. Saat mengawali masa jabatan pada 27 Juli 2023, BUMD Maros ini berada pada kondisi titik nol—tanpa penyertaan modal kerja siap pakai, menanggung warisan beban utang operasional masa lalu, serta tidak memiliki aset produktif yang dapat langsung menghasilkan arus kas (cash flow).
“Kondisi awal memaksa kami menerapkan strategi survival mode dan konsolidasi total. Tanpa kucuran APBD, kami mengambil langkah berani dengan menerapkan model bisnis capital-light berfokus pada kemitraan strategis, efisiensi operasional, dan pembenahan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance),” ungkap Direktur Utama PT Bumi Maros Sejahtera, Saharuddin Ridwan.
Bupati Chaidir memberikan apresiasi atas kerja keras jajaran direksi yang mampu menyelamatkan serta menyehatkan BUMD di tengah keterbatasan modal APBD.
“Memimpin BUMD dari kondisi ‘titik nol’ tanpa modal kerja APBD dan harus menyelesaikan beban lama bukanlah hal yang mudah. Keberhasilan meraih predikat WTP serta membukukan laba di tahun 2025 adalah bukti nyata komitmen perbaikan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Atas nama Pemerintah Kabupaten Maros, kami menerima dan mengesahkan LPj ini,” tegasnya.
Plt Komisaris PT Bumi Maros Sejahtera. M Takdir dalam tanggapannya menekankan pentingnya pengawasan dan kelanjutan fondasi bisnis yang telah dibangun oleh Direksi.
“Fungsi pengawasan yang kami jalankan mencatat adanya lompatan kualitas tata kelola yang sangat signifikan. Dari sisi pengawasan, kami melihat Direksi telah menindaklanjuti seluruh rekomendasi secara responsif, mulai dari pembenahan administrasi aset hingga efisiensi beban operasional. Fondasi Good Corporate Governance dan raihan opini WTP ini adalah warisan berharga (legacy) yang siap dilanjutkan dan diakselerasi oleh kepengurusan berikutnya,” ujarnya.
Selama periode kepemimpinan 2023–2026, PT Bumi Maros Sejahtera mencatatkan sejumlah perbaikan signifikan dan transformasi performa usah. Tata kelola keuangan perusahaan mengalami peningkatan kualitas secara bertahap. Dari yang sebelumnya memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada tahun 2023 dan 2024, perusahaan berhasil meraih predikat tertinggi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Erfan & Rakhmawan pada Laporan Keuangan Tahun 2025.
Secara akumulatif periode 2023–2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp4,36 miliar. Meski secara kumulatif masih menanggung dampak beban operasional masa lalu, pada tahun 2025 perusahaan sukses membukukan laba bersih sebesar Rp153,5 juta serta menjaga akumulasi arus kas operasional positif sebesar Rp787,6 juta. (rls)







