MATAMAROS.COM — Kabupaten Maros dihadapkan pada situasi darurat kesehatan seiring memburuknya kualitas udara yang dipicu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, ditandai dengan meroketnya kunjungan pasien di sejumlah puskesmas akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare.
Bupati Maros, Chaidir Syam, secara khusus mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Pemerintah Kabupaten Maros juga berencana segera menerbitkan surat edaran resmi terkait imbauan penggunaan masker tersebut.
Dampak buruk cuaca ekstrem dan polusi udara ini terlihat jelas dari data kunjungan fasilitas kesehatan. Di Puskesmas Simbang, tercatat puluhan warga mendapatkan perawatan intensif dalam dua pekan terakhir, yang meliputi 54 pasien ISPA dan 37 pasien diare.
Kepala UPTD Puskesmas Simbang, Verawati Idris, merinci bahwa pasien ISPA mayoritas didominasi oleh kelompok usia produktif (19 hingga 59 tahun). Sementara itu, kasus diare menyerang spektrum usia yang lebih luas, mulai dari balita hingga orang dewasa.
Menurut Verawati, selain faktor cuaca, sanitasi, kualitas air bersih, dan paparan debu serta asap turut memperparah situasi ini.
Ancaman serupa juga dirasakan di Puskesmas Mandai. Sepanjang September 2026, puskesmas ini menangani 155 kasus ISPA, 61 kasus diare, serta 157 kasus demam.
Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus, meminta masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk.
”Dampak yang perlu diwaspadai di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, hingga pneumonia,” ujar Yunus.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Maros memastikan seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas, telah disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Kepala Puskesmas Mandai, Fatmawati, bersama Dinkes Maros mengingatkan warga agar tidak menganggap remeh kondisi cuaca dan kualitas udara saat ini. Warga diimbau untuk konsisten menerapkan langkah-langkah pencegahan.
“Jika mulai merasakan gejala sakit yang tak kunjung membaik, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan medis yang tepat,” imbaunya. (ast)







