NEWS  

Siasat Gen Z Bertahan “In This Economy”, Mengubah Budaya Nongkrong Jadi Investasi Berkah di BSya

Dua Generasi Z memperlihatkan aplikasi BSya by BCA Syariah di ponsel. (FOTO: IMAM DZULKIFLI/MATAMAROS/SC)

MATAMAROS.COM — “Aplikasinya gampang digunakan, produknya juga sesuai dengan ketentuan syariat.”

Kalimat singkat itu datang dari Riswan Ibrahim, salah seorang pengguna aplikasi BSya dari BCA Syariah. Dia mewakili suara anak muda masa kini yang kian sadar pentingnya mengelola keuangan secara syariah di era digital.

Pengguna lain, Mahbub, bahkan membayangkan ekosistem digital perbankan ini terus bertransformasi mendampingi gaya hidup aktif generasi muda. Ia menitip harapannya agar layanan mobile banking bisa hadir di pergelangan tangan melalui jam pintar (smartwatch).

“Kalau BSya bisa begitu, cek saldo maupun transaksi menjadi sangat praktis layaknya memiliki asisten keuangan pribadi,” tuturnya.

​Kesadaran finansial tersebut hadir di tengah riuhnya jargon “In this economy?” yang kerap berseliweran di linimasa media sosial. Ungkapan ini cerminan realitas; tingginya tekanan daya beli, bayang-bayang inflasi, hingga biaya hidup yang kian mendesak membuat Generasi Z dan Milenial harus memutar otak dalam mengelola keuangan.

​Namun, di balik keluhan “In this economy”, tak sedikit Gen Z yang masih terjebak dalam kebiasaan nongkrong yang menyita waktu dan menguras kantong. Jika dikalkulasi, pengeluaran harian untuk kopi kekinian dan tempat kumpul-kumpul tergolong konsumtif dan kurang produktif. Alih-alih terbuang tanpa bekas, alokasi dana nongkrong tersebut jauh lebih bernilai jika dialihkan ke instrumen investasi yang aman dan memberikan kepastian masa depan.

Kesadaran itu, menurut Kepala Satuan Kerja Bisnis Retail dan Konsumer BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan, sudah tergambar pada lonjakan kinerja PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah). Berdasarkan data per Agustus 2026, total pembiayaan konsumer BCA Syariah melesat 34,69% secara year-on-year (YoY), menembus angka Rp2,468 triliun dari posisi Rp1,832 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Bukit Mas menuturkan, pergeseran perilaku generasi muda paling mencolok terlihat pada dua segmen produk utama. Pembiayaan Emas mencatatkan lonjakan paling drastis hingga 81,76% atau mencapai Rp598 miliar per Agustus 2026, di mana penetrasi dari Generasi Z merangkak naik dan sudah mengambil alih porsi hingga 20%. Hal ini membuktikan makin banyaknya anak muda yang mengalihkan gaya hidup konsumtif menjadi aset nyata.

Sementara itu, pembiayaan KPR tumbuh 24,17% menjadi Rp1,784 triliun dengan porsi dominan diduduki oleh Generasi Milenial mencapai 71%, mencerminkan kesadaran jangka panjang untuk memiliki hunian pribadi.

​Fitur Lengkap, Ibadah Terjaga

Untuk memfasilitasi pergeseran gaya hidup anak muda dari konsumtif menjadi produktif, BCA Syariah mengandalkan platform digital terpadu melalui aplikasi BSya by BCA Syariah. Platform ini hadir bukan hanya sebagai alat transaksi keuangan, melainkan solusi memadukan kebutuhan finansial dan nilai-nilai keagamaan secara seimbang.

​Bagi nasabah Muslim, aplikasi BSya dilengkapi dengan fitur pengingat waktu salat otomatis. Sudah disesuaikan pula dengan lokasi serta penunjuk arah kiblat agar aktivitas harian tetap seimbang dengan ibadah.

Soal kemudahan umum, proses pembukaan rekening dapat dilakukan secara penuh secara online tanpa harus datang ke cabang, disempurnakan dengan kemudahan transaksi harian seperti transfer antarbank, pembayaran via QRIS, setoran haji, tabungan, e-Deposito, pengisian e-wallet, hingga penyaluran ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf).

Mengenai urusan investasi, aplikasi BSya memungkinkan pengajuan pembiayaan kepemilikan emas secara praktis langsung dari genggaman.

​Tidak hanya emas dan KPR, BCA Syariah juga memfasilitasi Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang tumbuh 32,59% menjadi Rp78 miliar melalui kemitraan dengan diler utama, serta pembiayaan Multijasa untuk ibadah umrah, bahkan hingga program kesehatan bayi tabung (IVF) bersama PT Morula Indonesia.

Kinerja BCA Syariah dan kemudahan di aplikasi BSya menunjukkan jalan ​untuk menghadapi tantangan “In this economy”. Gen Z tinggal mengerem kebiasaan nongkrong konsumtif dan mengalihkannya ke investasi emas digital. Bentengi masa depan finansial yang kokoh, aman, dan penuh keberkahan.

Inklusif untuk Semua

​Menariknya, keberkahan dan keunggulan sistem perbankan syariah kini tak lagi dipandang secara eksklusif. Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengungkapkan, akses layanan perbankan syariah telah meluas, bahkan tanpa memandang latar belakang keagamaan.

“Masih banyak yang belum tahu bahwa bank syariah itu nasabahnya boleh non-Muslim. Bank syariah pada dasarnya bersifat universal dan terbuka bagi siapa saja yang menginginkan keadilan transaksi.” tutur Yuli.

​Langkah penguatan digitalisasi ini juga mendapat dorongan kuat dari otoritas. Anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Masyita, menilai, digitalisasi harus berjalan beriringan dengan keamanan layanan.

​Prinsip inklusif, aman, dan transparan inilah yang dinilai membuat perbankan syariah kian diminati generasi muda. Pendapat itu didukung kajian akademis terbaru dari Universitas Muhammadiyah bertajuk “Analisis Ketertarikan Generasi Z Terhadap Perbankan Syariah di Era Digital: Studi pada BCA Syariah”.

Riset tersebut mengonfirmasi bahwa integrasi teknologi digital menjadi kunci pendorong literasi finansial Gen Z. Kemudahan akses digital terbukti sukses menepis kesan kaku pada bank syariah, sekaligus menjadikannya solusi gaya hidup modern yang adaptif. (imam dzulkifli)