NEWS  

Viral Penolakan Pasien, Bupati Bahas Sanksi, Direktur RS Palaloi Membantah

UGD RSUD dr La Palaloi dipindahkan sementara karena pengerjaan rehab belum rampung. (FOTO: ASTY UTAMI/MATAMAROS)

​MATAMAROS.COM — Video aksi protes keluarga pasien yang berujung adu mulut dengan petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr La Palaloi, Kabupaten Maros, viral di media sosial.

Video berdurasi 2 menit 11 detik itu memperlihatkan kekecewaan keluarga yang menuding rumah sakit menolak pasien meski sejumlah tempat tidur terlihat kosong.

​Bupati Maros, Chaidir Syam, bergerak cepat menanggapi video yang beredar luas tersebut. Ia mengaku telah meminta Direktur RSUD dr La Palaloi untuk memanggil jajaran terkait untuk mengusut tuntas kejadian ini.

Chaidir menegaskan, pemerintah tidak akan berkompromi jika ditemukan ada pelanggaran SOP atau penolakan pasien di fasilitas kesehatan publik. Tak tanggung-tanggung, ia mengancam akan menjatuhkan sanksi pemecatan bagi petugas yang terbukti bersalah.

​“Kalau memang dia menolak pasien, itu bisa dihentikan, diberhentikan orang yang memang menolak tersebut,” tegas Chaidir.

​Ia mengingatkan seluruh petugas pelayanan publik di rumah sakit mengedepankan empati, mengingat pasien yang datang ke IGD kerap berada dalam kondisi mendesak.

​​Di sisi lain, Direktur RSUD dr La Palaloi, dr Sri Syamsinar, membantah tudingan adanya penolakan pasien. Menurut dia, suasana IGD saat kejadian memang penuh sesak. Tempat tidur kosong yang terekam dalam video diklaim memiliki peruntukan khusus yang tidak bisa digunakan sembarang orang. Satu tempat tidur disiapkan khusus untuk tindakan kegawatdaruratan kritis seperti penanganan korban kecelakaan, sementara empat tempat tidur lainnya dikhususkan bagi pasien anak sehingga tidak memenuhi kriteria bagi pasien dewasa.

​Menurut Sri, pasien yang datang sebenarnya telah diperiksa oleh dokter jaga. Berdasarkan asesmen awal, kondisi pasien dinilai tidak masuk dalam kategori gawat darurat meski ditemukan indikasi kuning pada bagian mata. Pasien diarahkan ke puskesmas terdekat.

​Manajemen RSUD La Palaloi mengungkap akar persoalan yang sedang dihadapi. Kapasitas 38 tempat tidur di IGD dilaporkan tidak pernah kosong selama dua bulan terakhir akibat tingginya angka kunjungan pasien. (ast)