Tempat Duduk PTB Dipasangi Garis Mirip Police Line

MAROS, MM – Satu per satu pedagang mulai membuka gerobaknya di Kawasan Kuliner PTB, Jumat sore, 3 April 2020. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memang sudah mengizinkan mereka berjualan kembali.

Bupati Maros, Hatta Rahman, mengatakan, dibukanya PTB didasari oleh kondisi ekonomi masyarakat. Mereka mesti tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Read More

“Kita ambil jalan tengahnya. Di satu sisi, kita menerapkan physical distancing. Di sisi lain, bagaimana kita tetap menghidupkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Syaratnya, pedagang mesti mengikuti aturan. Tak boleh menyediakan fasilitas makan di tempat. Pelanggan hanya bisa membungkus makanan atau minuman.

“Kita juga sudah pasang police line dan berkoordinasi dengan Pak Kapolres, Pak Dandim, Satpol PP dan teman-teman LSM untuk menjaga tempat supaya tidak berkerumun di situ,” imbuh Hatta.

Namun, pemkab tetap melihat perkembangannya. Dia berjanji menutupnya kembali bila ditemukan kerumunan. “Kita tutup kalau memang tidak patuh dengan apa yang sudah kita tentukan,” tegas Hatta.

Salah seorang pedagang, Hasna (50), mengatakan, tak ada yang takut dengan corona sekarang. Namun, di sisi lain, ia kebingungan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Kita juga takut ji corona. Cuma bagaimana mi biaya hidup kah? Kebutuhan anak-anak. Beras apa mau dibeli. Mana juga ada cicilan,” ujarnya.

Pedagang lain, Dewi (42), pun mengeluhkan hal yang sama saat PTB ditutup. Kalau pun pemerintah tetap ingin menutup, dia mengharapkan ada bantuan yang disalurkan.

“Coba ada ji bantuan, misal Rp2 juta per pedagang, biar sampai sudah lebaran ditutup tidak apa-apa ji,” katanya. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.