Mentan SYL Restui Lab BBVet Maros Dipakai Tes Covid-19

MAROS, MM – Harapan agar Kabupaten Maros bisa tes massal Covid-19 seperti sudah di depan mata. Infrastrukturnya ternyata ada di daerah ini. Lab milik Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros layak difungsikan sementara untuk tes corona.

Sabtu, 11 April, 2020, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan restunya. “Kalau bisa dipakai, lakukan saja,” ujar mantan Gubernur Sulsel itu menjawab pertanyaan MataMaros.com.

Read More

BBVet memang berada di bawah koordinasi Kementerian Pertanian. Untuk teknisnya, SYL menanti surat permintaan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Maros.

SYL pun sudah meminta kesediaan Andi Muhammad Irfan AB, legislator DPRD Sulsel asal Maros, untuk jadi mediator. “Saya siap. Segera saya tindak lanjuti Gugus Maros menyurat ke Pak Mentan,” ucap Irfan.

Ternyata, laboratorium veteriner di seluruh Indonesia memang ada di antaranya yang bisa difungsikan untuk tes corona. Menjadi alat Polymerase Chain Reaction (PCR). Syaratnya, memiliki standar keamanan laboratorium (Biosafety Level/BSL) level 3, 2, dan 2+ atau 2.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros, Risman Mangidi, kepada media Parepos menjelaskan secara umum laboratorium yang berada di BBVet Maros memungkinkan untuk melakukan pengujian Covid-19. BSL tingkat 2.

Risman juga mengaku sudah dihubungi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengenai kesiapan laboratorium BBVet maros dalam uji infeksi Covid-19.

Maros kini masuk zona merah penularan Covid-19. Urutan ketiga di bawah Makassar dan Gowa. Teranyar, heboh terinfeksinya seorang dokter di RSUD Salewangang, Maros. Ada 54 tenaga medis ikut diisolasi dan menjalani swab test.

Baca juga: Waspada RS di Maros Jadi Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Saat ini di Sulsel, baru tersedia dua alat PCR. Satu di Balitkes Kemenkes Makassar, satu di RS Unhas. Ada lagi di RS Wahidin Sudirohusodo namun belum terpasang.

Bakal bertambah lagi jika lab uji Balai Besar Veteriner Kementan yang berada di Balitjas Maros benar-benar bisa digunakan.

Irfan mengusulkan layanan tes di Balitjas nanti dalam bentuk drive thru (tanpa turun dari kendaraan). Biar tak terjadi penumpukan. Cara itu kini dilakukan di Jakarta dan beberapa titik di Jabotabek.

Drive thru di Jakarta bahkan menggunakan aplikasi. Pendaftar terlebih dahulu mendaftar dan melakukan konsultasi jarak jauh. Nanti dokter yang putuskan apakah perlu dirujuk melakukan tes atau tidak.

Jika Balai Besar Veteriner di Maros siap melakukan tes corona, pemerintah daerah sisa menyiapkan perlengkapan pendukung. Semisal swab kit, TVM, dan regen. Baik jika diadakan dalam jumlah yang banyak, sampai puluhan atau ratusan ribu kit. Disesuaikan dengan kemampuan maksimal seluruh alat PCR.

Menteri Pertanian sudah setuju. Kini bola di tangan Gugus Tugas Pemkab Maros. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.