Sebaran Covid-19 di Maros; Bantimurung Terbanyak, Cemara Masih Nol

MAROS, MM – Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 sudah menegaskan bahwa data jumlah pasien yang dirilis setiap hari bukan untuk menakut-nakuti. Melainkan agar semua lapisan masyarakat bisa lebih mawas diri. Makanya harus ditanggapi sebagai informasi, bukan teror.

Mari buka data itu.

Read More

Hingga Minggu malam, 19 April 2020, sudah 22 orang yang positif Covid-19. Lainnya, 15 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), dan 157 orang dalam pemantauan (ODP).

Salah satu sudut yang perlu ditinjau adalah sebaran pasien positif. Sudah melewati separuh dari jumlah kecamatan (14) di Kabupaten Maros. Sudah sembilan kecamatan.

Terbanyak di Bantimurung. Ada lima pasien positif dan satu di antaranya meninggal dunia. Kecamatan pemekarannya, Simbang, ada tiga pasien positif.

Di utara, malam tadi terkonfirmasi pasien positif pertama di Kecamatan Bontoa. Sebelumnya ada tiga positif di Lau.

Di ibu kota Turikale, ada empat pasien positif. Maros Baru belum ada pasien positif namun satu PDP meninggal dunia.

Agak ke selatan, Marusu juga waspada dengan satu pasien positif. Mandai lebih parah, tiga pasien. Dan khusus di Mandai ini, ada satu yang meninggal. Tetapi, belum pernah berstatus positif. Masih PDP ketika mengembuskan napas terakhir.

Di Moncongloe yang berbatasan Makassar, ada satu pasien positif. Tetangganya, Tanralili juga satu. Moncongloe yang masih aman sementara ini dengan hanya lima orang yang masuk ODP.

Wilayah “Cemara” alias Camba-Mallawa-Cenrana juga belum ada yang positif. Tidak ada juga PDP di Camba dan Mallawa. PDP hanya ada di Cenrana, satu orang.

Kabar baik lain, dari total 22 pasien positif, sudah ada lima orang yang dinyatakan sembuh. Hanya tiga orang juga yang dianggap butuh perawatan di tempat khusus. Sedangkan 13 pasien positif lain menjalani isolasi mandiri di rumah dengan segala kebutuhan gizi ditanggung pemerintah daerah.

Juru Bicara Gugus Tugas, Dr Syarifuddin menuturkan, pasien Covid-19 terdiri atas dua cluster. Umrah dan transmisi lokal. Serta satu cluster Makassar, yakni perawat berdomisili di Marusu namun bekerja pada salah satu rumah sakit di Makassar. (mal)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.