Catat Tanggalnya, Kompetisi Musik Akustik di Maros setelah Lama Mati Suri

MAROS, MM – Ajang penyaluran bakat bermusik anak muda Maros pernah sangat ramai. Setidaknya, kata pengurus Komunitas Musisi Maros (KMM), Dayat Bungko, pada dekade 80-an hingga 90-an. Festival hingga bazar musik nyaris digelar minimal sekali sepekan.

“Tetapi sekarang mati suri,” ujar Dayat, Jumat, 28 Februari 2020. Tren saat ini, imbuhnya, anak muda lebih banyak menghabiskan waktu di kafe atau warung kopi, bermain game.

Read More

KMM merasa prihatin dan lahirlah ide menggelar event “Maros Kota Musik”. Sebuah kompetisi musik akustik. Ajang ini dijadwalkan Sabtu, 7 Maret 2020 di Warkop 12 Pas, Kompleks Terminal Maros.

Event ini diharapkan para pemerhati musik yang tergabung dalam KMM bisa menghasilkan dobrakan. Mengajak kalangan muda untuk lebih punya perhatian pada kegiatan seni. “Rasanya jenuh juga melihat teman-teman sibuk main game semata,” imbuhnya.

Pendaftaran peserta “Maros Kota Musik 2020” sudah dimulai sejak Senin lalu. Dan, masih terbuka. Pelajar Maros yang punya talenta di bidang musik, khususnya akustik, sangat diharap bisa berpartisipasi. Hadiahnya selain trofi dan sertifikat, juga ada uang tunai.

Persyaratan jadi peserta pun sangat mudah. Pelajar aktif SMA/SMK/MA se-Kabupaten Maros, mengisi Formulir dan registrasi Rp50.000+free coffee, serta menghadiri technical meeting pada 6 Maret 2020, bakda salat Jumat, di Warkop 12 Pas.

Sebagai daya tarik tambahan, ajang ini akan menghadirkan bintang tamu. Semuanya talenta Maros. Ada band indie Trast, Echa “Mama Mia Indosiar”, dan Alriansyah runner-up Pantura Indosiar. (kar)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.