Mengelola Bisnis di Tengah Wabah Corona, Begini Tipsnya

Maros, MM – Penyebaran virus Corono (Covid 19) yang tidak terkendali menjadi momok bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sektor ini yang paling merasakan dampak dari pandemi Covid 19 sebab mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kebijakan pemerintah untuk membatasi aktivitas ekonomi masyarakat sangat berpengaruh pada perputaran bisnis. Dalam situasi yang tidak menentu, dampak paling utama yakni omzet yang terus menurun. Bahkan, paling parah merumahkan karyawan.

Read More

Pelaku UMKM tak boleh kalah dari Covid 19. Kinerja UMKM harus terjaga untuk melayani masyarakat. ” Bila bisnis anda untuk konsumsi harian masyarakat, seperti food and beverages jangan berhenti beroperasi,” papar Armala, dari Humanplus Indonesia, Kamis, (26/3).

Armala membeberkan tips yang perlu diambil oleh pelaku UMKM saat pandemi Covid 19, antara lain :

  1. Terus beroperasi karena masyarakat masih banyak orang yang membutuhkan produk Anda. Kecuali jika pemerintah menjamin pasokan pangan masyarakat.
  2. Kurangilah forecast produksi, sejumlah penurunan dalam 1- 2 minggu terakhir (gunakan LDP atau bisa juga Norm 1-2 minggu tersebut).
  3. Lakukan tindakan pencegahan dari terpapar dan penyebaran virus corona sesuai dengan prosedur yang disusun oleh berbagai pihak yang konpeten, misalnya : prosedur pengecekan suhu badan, wajib handsanitizer, jarak antrian kasir, dsb.
  4. Lakukan pengaturan SDM sesuai dengan kebutuhan. Berikan tambahan libur kepada karyawan bila jumlah SDM harian berlebih.
  5. Bila penurunan omset lebih dari 60 %, silahkan berhenti sementara  operasi bisnis Anda, karena masyarakat tidak terlalu memerlukan produk anda.
  6. Pastikan karyawan aman logistik rumah tangganya.

Jumlah pelaku UMKM di Indonesia sektiar 62,9 juta. Saat ini pemerintah berhati hati mengeluarkan kebijakan ekonomi di tengah wabah. Meski begitu, Presiden Jokowi telah mengeluarkan aturan terkait kelonggaran relaksasi kredit bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Mereka yang nilai kreditnya dibawah 10 miliar rupiah. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.