Bangkit Usai Di-PHK, Rifky Sukses Rintis Barbershop

Rifky Saputra, pemilik Rifs Barbershop. (FOTO: ASTY UTAMI/MATAMAROS.COM)

Pandemi Covid-19 menciptakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Rifky Saputra salah satu yang tergulung gelombang itu. 

TETAPI status kekaryawanannya saja yang lenyap, semangatnya tidak. Pria 26 tahun itu tak memilih untuk terdiam, meratapi nasib. Dia bangkit. Berdiri tegar.

Read More

Lima atau enam bulan lalu Rifky masih seorang marketing senior di salah satu perusahan rental terbesar di Indonesia. Sudah tiga tahun dia di situ. Namun begitu corona datang, perlahan dia harus angkat kaki.

Namun Rifky percaya rencana Tuhan selalu lebih baik. Akhirnya dia putar otak dan memutuskan membuka usaha.

Rifky berkisah, awalnya dia ingin membuka usaha makanan. Tetapi basic-nya tidak ada. Dia pun merintis sebuah barbershop, tempat cukur modern. Berbekal kursus yang pernah dia lakoni beberapa tahun lalu.

Rifs Barbershop pun berdiri di samping Pasar Batangase sejak September 2020. Di jalan poros arah ke Kariango.

“Saya pikir jasa untungnya lebih enak dibandingkan jual produk,” ujarnya, Selasa, 26 Januari 2021.

Dengan modal pas-pasan dia menyewa tempat milik keluarganya. Agar pengeluaran tidak membengkak, dia mendesain dan mengerjakan sendiri interiornya. Lampu-lampu dengan pancaran warna ungu dia tempatkan di beberapa sudut ruangan.

Rifky langsung mempekerjakan dua orang karyawan. Sesuai jumlah kursi cukur yang disanggupi koceknya.

Rifky masih kerap melayani langsung pelanggan. (FOTO: ASTY UTAMI/MATAMAROS.COM)

Dana Rp50 juta cukup untuk sewa tempat, beli perabot, dan alat. Rifky pun mulai melakukan promosi melalui media sosial hingga membuat promo.

“Promosi lewat Instagram, Facebook, dari teman ke teman. Membuat promo. Sekarang donasi ke Sulbar 50 persen dari penghasilan selama seminggu,” tambah alumni LP31 Makassar itu.

Rifky mendesain dan mengerjakan sendiri bangunan serta interior barbershop-nya. (FOTO: ASTY UTAMI/MATAMAROS.COM)

Dia mengakui pada dua bulan pertama menanggung rugi. Tetapi tidak disebutnya rugi sebab menjadi ongkos promosi. Orang harus kenal dahulu Rifs Barbershop. Apalagi falsafahnya jelas. Pengunjung bisa pulang dengan lebih tampan meski mengeluarkan uang tidak banyak.

Rifky memang memilih bermain di tarif relatif murah untuk kelas barbershop. Hanya Rp30 ribu untuk dewasa, Rp20 ribu bagi anak-anak. Itu sudah full service.

Kini usahanya perlahan menunjukkan tren positif. Beberapa bulan terakhir selalu naik marginnya.

Begitulah. Andai dia terpuruk saat jatuh, dia mungkin masih merupakan seorang pengangguran sampai hari ini. Kini dia malah jadi seorang owner. Walau baru dari sebuah usaha kecil.

Rifky pun berharap pelaku UMKM lebih diperhatikan pemerintah. Sebab sektor inilah yang punya daya tahan lumayan dalam goncangan-goncangan perekonomian sebuah daerah.

“Misalnya diberi bantuan apa yang dibutuhkan,” tambahnya.

Rifky bersama bupati terpilih Maros, Chaidir Syam. (FOTO: ASTY UTAMI/MATAMAROS.COM)l

 

Rifky merasa sudah harus menambah kursi cukurnya. Masih ada ruang untuk satu kursi lagi di sudut barbershop-nya. Kendalanya hanya di modal. Sebab semangat dan etos kerja serta optimisme sudah lama dirawatnya. (asty utami) 

Penulis : | Editor :

Related posts